34533926
IQPlus, (12/12) - PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) berencana melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) maksimal sebanyak 1.250.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp50 setiap sahamnya.
Dalam prospektus ringkasnya disebut bahwa jumlah saham yang ditawarkan ke publik sebanyak-banyaknya 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum. Adapun harga saham perdana di banderol dikisaran sebesar Rp100 . Rp130 setiap saham.
Dengan demikian, diperkirakan jumlah seluruh nilai Penawaran Umum sebanyak-banyaknya adalah Rp162.500.000.000,-. Dalam perhelatannya ini, ASLI akan dibantu oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.
Dana hasil IPO, sekitar 50,79% akan dipergunakan sebagai setoran modal pada anak perusahaan Perseroan yaitu PT Bumi Prima Konstruksi dan PT Manyar Perkasa Mandir. Kemudian, sekitar 43,75% akan digunakan oleh PT Manyar Perkasa Mandiri untuk pembangunan batching plant dan pembelian mesin.
"Sisanya, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu pembayaran material, perlengkapan proyek, gaji dan tunjangan karyawan dan biaya operasional," tulis Manajemen ASLI dalam prospektus tersebut.
Sebagai informasi, bersamaan dengan pencatatan saham baru sebanyak-banyaknya 1.250.000.000 saham biasa atas nama yang berasal dari portepel Perseroan atau sebanyak-banyaknya 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham ini, Perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum Penawaran Umum Perdana Saham sejumlah 5.000.000.000 saham. Saham-saham tersebut adalah milik:
1. Sudjatmiko sebesar 4.345.000.000 lembar saham;
2. PT Berjaya Capital Investama sebesar 650.000.000 lembar saham; dan
3. Subandi sebesar 5.000.000 lembar saham.
"Dengan demikian jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan di Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak 6.250.000.000 saham atau sebesar 100% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah Penawaran Umum Perdana Saham ini. Perseroan tidak memiliki saham yang dimiliki oleh Perseroan sendiri (saham treasury)," paparnya.
Untuk masa penawaran awal rencananya akan dilakukan pada tanggal 12-18 Desember 2023. Sementara masa penaawaran umum perdana saham dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024. Sehingga diharapkan saham ASLI dapat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 5 Januari 2024. (end)