ASTRINDO NUSANTARA BERENCANA LEPAS SAHAM DI SINTESA BARA GEMILANG

  • Info Pasar & Berita
  • 29 Jun 2026

17929097

IQPlus, (29/6) - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana melepas hampir seluruh kepemilikannya di PT Sintesa Bara Gemilang (SBG) melalui transaksi senilai Rp1,788 triliun. Perseroan akan menjual 4.995 lembar saham yang mewakili 99,90% kepemilikan di SBG kepada pihak ketiga, IPB, dalam transaksi yang dikategorikan sebagai transaksi material dan memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Perseroan menjelaskan akhir pekan lalu, bahwa rencana divestasi tersebut merupakan bagian dari evaluasi strategis atas portofolio investasi untuk mengoptimalkan penggunaan modal serta mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang. Melalui pelepasan aset tersebut, Astrindo berharap dapat memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mengalokasikan dana ke peluang investasi lain yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih menarik.

Manajemen menilai transaksi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dana hasil penjualan diharapkan dapat meningkatkan likuiditas, memperluas kapasitas pendanaan untuk pengembangan usaha, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang. Perseroan juga menyatakan sumber pendapatan setelah divestasi akan berasal dari kontribusi entitas anak lainnya yang bergerak di bidang infrastruktur jasa pertambangan batu bara.

Nilai transaksi sebesar Rp1,788 triliun setara dengan 84,19% dari total pendapatan Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, sehingga memenuhi kriteria transaksi material sesuai POJK No. 17/2020. Saham SBG yang akan dijual saat ini juga dijaminkan kepada lembaga keuangan, namun jaminan tersebut akan dilepaskan setelah kewajiban terkait diselesaikan.

Perseroan menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan, karena pembeli bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan maupun SBG. Hingga keterbukaan informasi diterbitkan, Perseroan juga menyatakan tidak menerima keberatan dari pihak mana pun atas rencana transaksi tersebut.

Untuk memperoleh persetujuan atas rencana divestasi tersebut, Astrindo akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2026. Pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan atas penjualan saham SBG sebagai bagian dari strategi restrukturisasi portofolio investasi Perseroan. (end)

Kembali ke Blog