BAGIKAN DIVIDEN Rp9 PER SAHAM, SEKAR LAUT OPTIMIS TAHUN INI PENJUALAN TUMBUH 20 PERSEN

  • Info Pasar & Berita
  • 24 Apr 2025

11325610

IQPlus, (24/4) - PT Sekar Laut Tbk tetap optimis tahun 2025 mampu meningkatkan penjualan dengan pertumbuhan 20 persen dari tahun lalu. Meskipun kondisi pasar domestik dan ekspor masih belum stabil.

Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang, menjelaskan, tahun ini pihaknya tetap yakin penjualan tahun ini akan bertumbuh 10-20 persen. Karena itu, pihaknya melakukan berbagai langkah strategis baik dipasar domestik dan ekspor.

"Kami akan memperluas pasar ekspor dengan mencari pasar baru seperti ke Timur Tengah dan Afrika," kata Jimmy usai RUPS di Grand Swissbel Inn Surabaya, Rabu (23/4).

Saat ini, berbagai produk sambal dan krupuk emiten berkode SKLT ini telah diekspor ke 38 negara di Asia, Eropa dan Amerika. Belanda memberikan kontribusi terbesar 30-40 persen dari total ekspor perseroan.

"Kebijakan tarif resiprokal dari Amerika tidak terlalu berpengaruh pada Perseroan. Sebab ekspor SKLT ke Amerika kecil, hanya 3-5 persen saja," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan inovasi produk baru baik krupuk maupun sambal. Saat ini ada 14 varian produk sambal dimana sambal ijo dan sambal trasi masih paling favorit.

Untuk produk krupuk tidak hanya krupuk mentah yang dipasarkan, namun juga berbagai krupuk udang matang siap dimakan atau ready to eat dari berbagai jenis dan ukuran.

"Saat ini produk krupuk memberikan kontribusi sekitar 40 persen dari total pendapatan kami. Sisanya dari varian produk sambal," katanya.

Terkait kinerja tahun 2024, John Gozal, Direktur SKLT menambahkan, tahun lalu kinerja Perseroan cukup moncer. Pendapatan naik 28 persen dengan nilai Rp 2,293 triliun dari tahun 2023 sebesar Rp 1,79 triliun.

Laba bersih juga mengalami kenaikan signifikan 53 persen. Kalau tahun 2023, Perseroan yang berkantor di Surabaya ini membukukan laba bersih sebesar Rp 78 miliar. Namun tahun 2024 berhasil naik menjadi Rp 119 miliar.

"Kami akan membagikan dividen sebesar Rp 9 per saham. Jumlah ini naik signifikan baik dari persentase maupun nilai labanya. Tahun ini kami juga belanja modal sebesar Rp 100 miliar untuk menambah beberapa gudang baru di Indonesia Timur dan merevitalisasi mesin produksi," ujar John. (end/Ahd)

Kembali ke Blog