BANK DUNIA PERKIRAKAN PERTUMBUHAN DI PASIFIK MELAMBAT JADI 3,6% DI 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 15 Okt 2024

28841914

IQPlus, (15/10) - Bank Dunia menyebutkan pertumbuhan di Kepulauan Pasifik diperkirakan melambat menjadi 3,6% tahun ini atau turun dari 5,8% pada 2023. Hal itu karena pemulihan pascapandemi memudar dan Fiji, yang menyumbang setengah dari output kawasan itu, melambat secara signifikan.

"Perlambatan jangka panjang disebabkan investasi yang lebih lemah, meningkatnya risiko iklim, dan tantangan struktural. Tanpa tindakan segera untuk meningkatkan investasi, negara-negara Kepulauan Pasifik mungkin kesulitan untuk mengurangi kemiskinan dan menghasilkan peluang ekonomi baru," kata laporan Bank Dunia, dikutip dari Reuters, Selasa, 15 Oktober 2024.

Pemberi pinjaman global yang berbasis di Washington itu mengatakan investasi telah menyusut rata-rata di seluruh negara Kepulauan Pasifik dalam tujuh dari 15 tahun terakhir.

Dalam 'prospek yang meresahkan', pertumbuhan investasi di 11 negara Kepulauan Pasifik diperkirakan sekitar 1% per tahun dekade ini, jauh lebih rendah dari pertumbuhan rata-rata 4,2% dari 2000 hingga 2019, kata laporan itu.

Bencana alam merugikan rata-rata 1,5% dari produk domestik bruto per tahun, dan banyak negara Kepulauan Pasifik berjuang untuk mengelola guncangan ekonomi setelah bencana seperti siklon, dan terkunci dalam siklus konstruksi, penghancuran, dan perbaikan," kata laporan itu.

Sementara beberapa negara Kepulauan Pasifik yang lebih kecil yang bergantung pada pariwisata mengalami pertumbuhan, karena wisatawan dari Australia dan Selandia Baru kembali, pertumbuhan Fiji diperkirakan akan melambat menjadi 3% pada 2024.

Utang publik Fiji, sebesar 79% dari PDB pada tahun 2024, termasuk yang tertinggi di kawasan itu dan sepertiga lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi.

Di Vanuatu, likuidasi maskapai penerbangan nasional Air Vanuatu menghantam pariwisata, menyebabkan guncangan ekonomi yang signifikan dan pertumbuhan melambat menjadi 0,9%. Vanuatu telah mengalami 10 tahun penyusutan investasi, kata Bank Dunia.

Selain investasi dalam pariwisata dan pertanian berkelanjutan, kawasan ini membutuhkan investasi di pelabuhan, pengiriman antarpulau, dan konektivitas digital, katanya. Meskipun memiliki beberapa zona maritim terbesar di dunia, Kepulauan Pasifik belum mampu memanfaatkan sepenuhnya perikanan berkelanjutan, akuakultur, dan bioteknologi laut, katanya. (end/ba)


Kembali ke Blog