BANK MANDIRI SALURKAN KUR Rp182,4 MILIAR DI SULAWESI TENGGARA

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Apr 2025

11260218

IQPlus, (23/4) - Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi fondasi penting bagi perekonomian Indonesia.

Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank pelat merah ini membuka akses pembiayaan agar pelaku usaha bisa lebih kompetitif dan berkembang lebih cepat.

Langkah Bank Mandiri sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memberikan kredit dengan bunga rendah untuk sektor UMKM, industri kecil, dan pertanian.

Hingga akhir Februari 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan dana sebesar Rp 182,4 miliar kepada lebih dari 1.400 pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.

Senior Vice President Bank Mandiri Region X/Sulawesi dan Maluku, Atta Alva Wanggai, menyampaikan bahwa realisasi tersebut telah mencapai 23,4% dari total target KUR Bank Mandiri di Sulawesi Tenggara tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 779,4 miliar.

Ia menjelaskan, penyaluran KUR ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM, terutama yang bergerak di sektor pertanian dan industri.

"Langkah ini merupakan bentuk sinergi BUMN bersama UMKM dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan. Dukungan akses pembiayaan kepada pelaku usaha ini kami yakini memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujar Atta dalam keterangan resminya, Rabu (23/4).

Dalam kurun waktu dua bulan pertama 2025, penyaluran KUR di Sulawesi Tenggara masih didominasi sektor produksi, yang mencapai 88,4% atau senilai Rp 161,1 miliar.

Rinciannya, sektor pertanian menerima Rp 28,0 miliar, sektor jasa produksi sebesar Rp 7,2 miliar, sektor perdagangan mencapai Rp 103,3 miliar, dan sektor perikanan mendapat Rp 7,7 miliar.

Untuk mempercepat distribusi KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan berbasis ekosistem yang lebih inklusif. Fokusnya adalah memperkuat sektor produksi unggulan di berbagai daerah.

Strategi closed-loop pun diterapkan melalui sinergi bisnis dengan nasabah wholesale, guna memperluas rantai pasok dan memperkuat posisi UMKM dalam ekosistem pasar.

Selain pembiayaan, Bank Mandiri turut mendorong transformasi digital UMKM melalui Livin Merchant, yang menawarkan onboarding mudah, fleksibilitas pembayaran, dan tanpa biaya langganan.

Layanan ini juga dapat difungsikan sebagai sistem kasir (point of sales) yang memfasilitasi transaksi dengan QRIS dari bank maupun dompet digital manapun.

Bank Mandiri juga terus memperkuat jangkauan pembiayaan melalui program referral serta edukasi keuangan lewat Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar dalam jaringan bisnis UMKM. (end)



Kembali ke Blog