BANK MUAMALAT TEGASKAN TELAH BERKONTRIBUSI KEPADA BPKH

  • Info Pasar & Berita
  • 21 Jan 2026

02028735

IQPlus, (21/1) - Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono menegaskan pihaknya telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) sebagai pemegang saham pengendali di antaranya imbal hasil sebesar Rp1 triliun dari investasi BPKH per akhir 2025.

"Secara kumulatif sejak investasinya di Bank Muamalat, kami telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada BPKH. Benefitnya tidak bisa diukur dengan hanya benefit finansial,"kata Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono saat acara Silaturahmi dengan Insan Media di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, jumlah kontribusi yang diberikan kepada BPKH sebagai pemegang saham mayoritas ini setara dengan jumlah tier-1 capital BPKH di bank tersebut yang tercatat sebesar Rp1 triliun.

Imam menegaskan BPKH telah mencapai break event point dalam waktu 3-4 tahun, belum termasuk sukuk BPKH yang ada di bank tersebut.

"Kalau untuk nonfinansial selama 3 tahun BPKH memiliki bank ini, kami sudah menyetor untuk setoran haji dengan nasabah haji yang melalui Bank Muamalat sebesar 210.000. Jadi kami telah memberikan yield yang besarnya mendekati investasi BPKH," katanya.

Imam mengatakan pihaknya akan terus bersinergi dengan BPKH melalui sejumlah kerja sama strategis khususnya dalam ekosistem haji termasuk peluncuran Kartu Haji Indonesia yang dapat digunakan secara luas di Arab Saudi. Selain itu akses pendaftaran haji melalui mobile banking, juga fitur Bank Haji, hingga kerja sama lainnya.

Sebagai bank yang selama ini dianggap sebagai bank syariah pertama sekaligus titik awal perkembangan perekonomian syariah di Indonesia, Bank Muamalat sempat mengalami transformasi kepemilikan.

Pada 15 dan 16 November 2021, BPKH menjadi pemegang saham pengendali (PSP) setelah menerima hibah saham dari IsDB dan SEDCO Group.

Tercatat komposisi pemegang saham bank tersebut mencakup BPKH sebesar 82,66 persen, IsDB sebesar 2,04 persen, dan pemegang saham lainnya sebesar 15,3 persen.

Bank ini menegaskan transformasi untuk menjadi bank haji/umroh dan bank wakaf serta turut membangun ekosistem ekonomi halal di Tanah Air. (end/ant)

Kembali ke Blog