35231248
IQPlus, (19/12) - Bank sentral Australia mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga untuk bulan kedua berturut-turut pada Desember. Namun demikian, memutuskan bahwa ada tanda-tanda inflasi yang cukup menggembirakan sehingga mereka perlu berhenti sejenak untuk melihat lebih banyak data.
Risalah rapat Dewan Direksi pada 5 Desember menunjukkan Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di 4,35 persen. Hal itu karena data pada bulan sebelumnya tidak secara radikal mengubah prospek ekonomi, dan terdapat risiko pengangguran bisa meningkat lebih cepat dari perkiraan.
Mengutip The Business Times, Selasa, 19 Desember 2023, para anggota kini melihat tanda-tanda yang menggembirakan dari kemajuan inflasi menuju kisaran target bank sebesar 2-3 persen, dan hal ini perlu dilanjutkan. Mereka juga mencatat percepatan laju disinflasi di luar negeri, yang dapat ditiru di Australia.
"Para anggota sepakat bahwa menunggu data lebih lanjut untuk menilai bagaimana keseimbangan risiko berkembang dan cara terbaik untuk menyeimbangkan risiko-risiko ini ketika menetapkan kebijakan adalah hal yang penting," kata isi notulen rapat.
"Apakah diperlukan pengetatan lebih lanjut akan bergantung pada data dan risiko yang berkembang," tambahnya.
Untuk Desember, dewan setuju bahwa risiko memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan untuk mengembalikan inflasi ke target diimbangi dengan risiko bahwa permintaan agregat melambat lebih cepat dari perkiraan.
Inflasi harga konsumen mencapai 5,4 persen pada kuartal ketiga, turun dari puncaknya yang mendekati delapan persen namun masih jauh di atas kisaran target RBA sebesar 2-3 persen. Bank sentral pada November menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin di tengah kekhawatiran ekspektasi inflasi tidak terkendali. (end/ba)