BAPPENAS BEBERKAN CONTOH PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR DI SEKTOR INDUSTRI

  • Info Pasar & Berita
  • 09 Okt 2024

28229086

IQPlus, (9/10) - Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Vivi Yulaswati mengatakan, banyak contoh penerapan ekonomi sirkular dalam proses, produksi, dan jasa industri di Indonesia.

"Tentunya kita bisa lihat sekarang sudah banyak. Kemarin seharian banyak sekali contoh-contoh, termasuk juga mereka yang mendapatkan SDGs (Sustainable Development Goals) Action Award, anak-anak muda, para startup, entrepreneur yang mengolah, baik itu melalui inovasi, kemudian juga melalui teknologi, melahirkan produk-produk hijau, baik itu dalam konteks proses maupun dalam konteks produksi dan juga jasa, yang pastinya mengurangi emisi dan juga mengurangi polusi timbulan padat," ucapnya dalam SDGs Annual Conference 2024 di Jakarta, Selasa.

Beberapa contohnya ialah inisiatif Aruna Indonesia/PT Aruna Jaya Nuswantara (integrated fisheries commerce startup) yang memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan nelayan skala kecil melalui penyediaan pasar yang adil dan transparan, serta pendidikan perikanan berkelanjutan.

Kemudian, ada pula PT Great Giant Pineapple yang melakukan recyling pineapple by-products dengan memanfaatkan sampah produksi nanas menjadi pakan ternak dan pupuk, pengolahan limbah cair menjadi biogas yang telah dimanfaatkan menjadi 7-8 persen sumber energi listrik dan 100 persen bahan bakar fosil residu untuk boiler, serta produksi kompos aerobik dari limbah kotoran sapi, nanas, dan bamboo fiber.

Selain itu, Kawasan Industri Batamindo yang terdiri dari 67 perusahaan juga menjadi contoh industri yang menerapkan ekonomi sirkular dengan menggunakan air hujan sebagai baku dan Wastewater Treatment Plant (WWTP) komunal, serta pengolahan kompos pada kawasan tersebut.

"Tentunya ke depannya kita ingin terus bergerak, sampai skala industri dan juga bahkan skala ekosistem macro level, sehingga tentunya ke depannya kita bisa memiliki secara solid, mengikuti jejak beberapa pemerintah negara lainnya, EU (European Union), kemudian juga Amerika, untuk mewujudkan industri hijau. Sebetulnya di Indonesia tidak kalah dari negara tersebut (karena ada sejumlah industri yang telah menerapkan ekonomi sirkular)," ungkap Vivi. (end/ant)


Kembali ke Blog