27651452
IQPlus, (3/10) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyebut industri daur ulang memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi sirkular di Indonesia.
Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan industri daur ulang memiliki potensi ekonomi mulai dari hulu hingga hilir. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja pada sektor ini dinilai cukup besar.
"Ternyata potensi ekonominya luar biasa, mulai dari hulu sampai dengan hilir, mulai dari pemulung, dia akan mendapat pekerjaan, mendapat nilai tambah. Belum lagi kolektor, millers, buruh pabrik dan segala macamnya, nanti potensi pasar ekspornya juga terdampak," ujar Amalia dalam peresmian The Circular Fashion Partnership Indonesia di Jakarta, Kamis.
Amalia menyampaikan dalam industri daur ulang, penyerapan tenaga kerja untuk pemulung diproyeksikan mampu mencapai 3 juta, kolektor 120 ribu, millers 40 ribu, buruh pabrik 100 ribu, penjualan produk daur ulang 60 ribu dan industri terkait 40 ribu.
Dari sisi investasi, diperkirakan mampu mencapai Rp5,15 triliun. Industri ini juga memiliki potensi ekspor, lantaran China menutup pabrik daur ulang plastik yang berkapasitas 9 juta ton per tahun.
Untuk menunjang industri daur ulang, khususnya di sektor tekstil, kata Amalia, diperlukan pembangunan ekosistem yang memadai, mulai dari pengumpul pakaian bekas, offtaker atau pembeli siaga hingga tempat pengelolaan. (end)