19658834
IQPlus, (16/7) - Bank Indonesia (BI) memandang kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan berdampak positif terhadap pasar keuangan karena memberikan kepastian bagi pelaku pasar, baik dalam maupun luar negeri.
.Secara keseluruhan, kami juga berpandangan (kesepakatan tarif) akan berdampak positif terhadap ekspektasi pasar dan aliran modal asing jangka pendek ke Indonesia,. kata Gubernur BI Perry Warjiyo menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Juli 2025 di Jakarta, Rabu.
Perry menambahkan bahwa kesepakatan tarif dagang juga akan memperbaiki ekspektasi para pengusaha dan pelaku di sektor keuangan, seperti perbankan, dalam membuat keputusan-keputusan bisnis ke depan.
Secara umum, Bank Indonesia menyambut baik kesepakatan tarif yang diyakini akan berdampak positif terhadap prospek ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi, pasar keuangan, kebijakan moneter, dan nilai tukar ke depan.
Menurut Perry, tarif sebesar 19 persen terhadap produk Indonesia yang masuk ke AS merupakan hasil kesepakatan yang cukup baik.
"Secara keseluruhan kami memandang hasilnya ini akan positif," kata dia. (end)