28025136
IQPlus, (8/10) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan bukan sekadar agenda pendidikan, melainkan agenda daya saing ekonomi.
"Pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan bukan hanya agenda pendidikan. Ini adalah agenda daya saing," kata Destry dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, transisi energi, transformasi digital, dan keuangan berkelanjutan memunculkan kebutuhan terhadap berbagai kemampuan baru, mulai dari insinyur dan spesialis data hingga tenaga yang memiliki keahlian di bidang kecerdasan artifisial (AI) serta risiko terkait iklim.
Kondisi tersebut membuat investasi pada keterampilan sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan semakin penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan ekonomi.
Destry mengatakan, talenta menjadi unsur yang mengubah modal dan inovasi menjadi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Pada akhirnya, transisi yang berhasil dan berkeadilan tidak hanya bergantung pada modal dan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada talenta dan manusia," ujar dia.
Kebutuhan penguatan sumber daya manusia tersebut menjadi relevan di tengah masih besarnya kesenjangan talenta digital Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Februari 2026 memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030, sedangkan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaannya masih sekitar 3 juta orang.
Sebelumnya, Destry pada September 2026 juga menyebut sekitar 69 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif.
Menurut dia, bonus demografi tersebut perlu ditransformasikan menjadi "bonus kompetensi" melalui peningkatan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perekonomian.
Dalam paparan di ISF, Destry mengatakan, pemerintah, otoritas, regulator, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan dunia usaha perlu bekerja sama untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri masa depan.
BI, lanjut dia, turut berkontribusi melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menjadi wadah pengembangan inovasi, talenta, serta kolaborasi antara regulator, industri, akademisi, dan perusahaan rintisan.
Pada September 2026, BI juga menyelenggarakan Digital Talent Expo sebagai bagian dari rangkaian PIDI dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026. (end)
RUPSLB BANK RAYA SETUJUI ANGKAT DIREKSI BARU
IQPlus, (8/10) - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan direksi baru, yaitu Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis yang akan berlaku efektif setelah lulus dalam uji kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas dukungan dan persetujuannya terhadap seluruh agenda yang diajukan pada RUPSLB 2026," ujar Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Bagus mengatakan bahwa perseroan mencatatkan pertumbuhan yang baik selama semester I-2026, dan berada pada posisi yang terus membaik untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Hasil persetujuan agenda RUPSLB tentunya akan semakin mendukung langkah kami menuju pertumbuhan yang berkualitas," ujar Bagus.
Seiring pertumbuhan bisnis perseroan beberapa tahun terakhir terakhir, Ia mengatakan perubahan kepengurusan dilakukan untuk memastikan perseroan memiliki gabungan keahlian terbaik yang mendukung perkembangan perusahaan.
"Penyesuaian Pengurus ini diharapkan akan semakin memperkuat kinerja perseroan dalam menjawab berbagai tantangan ke depan yang akan dihadapi oleh Bank Raya," ujar Bagus.
Dengan demikian, susunan pengurus Bank Raya saat ini sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Muhamad Sidik Heruwibowo
Komisaris Independen: Johanes Kuntjoro Adi S.
Komisaris Independen: Retno Wahyuni Wijayanti
Komisaris Independen: Farid Rahman
Komisaris: Tatang Yuliono
Dewan Direksi
Direktur Utama: Ida Bagus Ketut Subagia
Direktur Keuangan: Rustarti Suri Pertiwi
Direktur Digital & Operasional: Lukman Hakim
Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan Dan Sumber Daya Manusia: Danar Widyantoro
Direktur Bisnis: Hari Basuki
Selain itu, RUPSLB Bank Raya juga menyetujui agenda perubahan Anggaran Dasar, yang mana perseroan memandang perlu melakukan penyesuaian dan penyelarasan terhadap ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Adapun, perubahan Anggaran Dasar diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perseroan untuk meningkatkan nilai perusahaan jangka panjang bagi stakeholders dan memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Pada semester I-2026, Bank Raya mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar, yang ditopang oleh pertumbuhan bisnis kredit digital mencerminkan pertumbuhan bisnis pembiayaan yang tetap terjaga. (end)