BNI PERKUAT KOMITMEN LESTARIKAN BATIK SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA

  • Info Pasar & Berita
  • 05 Okt 2026

27727955

IQPlus, (5/10) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, komitmen tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan batik di lingkungan kerja sekaligus dukungan terhadap perajin dan pelaku usaha batik di berbagai daerah.

Di lingkungan BNI, batik telah menjadi bagian dari busana kerja pegawai dan dikenakan dua kali dalam sepekan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk konsistensi perseroan dalam menjaga kedekatan dengan warisan budaya Indonesia sekaligus menempatkan batik sebagai bagian dari aktivitas profesional sehari-hari.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang melibatkan banyak perajin dan pelaku UMKM.

"Bagi BNI, batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari partisipasi dalam kegiatan budaya hingga pemberdayaan pelaku usaha. BNI berupaya membuka ruang yang lebih luas agar produk batik dan kriya Indonesia semakin dikenal serta memiliki kesempatan untuk berkembang.

Salah satu dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 pada Juli lalu di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, BNI menghadirkan UMKM binaan untuk memperluas eksposur produk batik dan kriya dari berbagai daerah.

BNI juga mendukung peningkatan kapasitas perajin melalui pelatihan dan pendampingan, termasuk dalam pengembangan produk dan penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat terus berinovasi dan memperkuat daya saing.

"Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar," kata Okki. (end)

Kembali ke Blog