24133015
IQPlus, (29/8) - Komite kebijakan moneter Thailand membuat keputusan berdasarkan prospek ekonomi saat meninjau suku bunga dan akan menyesuaikannya jika penilaian saat ini berubah. Hal itu diungkapkan Gubernur Bank of Thailand (BOT) Sethaput Suthiwartnarueput dalam sebuah forum bisnis.
Gubernur Bank Sentral Thailand Sethaput Suthiwartnarueput mencatat suku bunga kebijakan sebesar 2,5 persen termasuk yang terendah di dunia, dan mengatakan faktor struktural telah menahan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
BOT memperkirakan ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara itu akan tumbuh 2,6 persen tahun ini dan tiga persen pada 2025, dengan catatan pemulihannya tidak merata. "Itu bukan angka yang bagus," katanya, dalam forum tersebut, dikutip dari The Business Times, Kamis, 29 Agustus 2024.
"Kami tidak senang dengan tingkat pertumbuhan jangka panjang pada tingkat yang lebih rendah itu dan tidak cukup untuk menghasilkan peningkatan standar hidup dan kesejahteraan yang diperlukan," tambahnya.
Bank sentral Thailand minggu lalu mempertahankan suku bunga untuk pertemuan kelima berturut-turut, meskipun ada seruan terus-menerus dari pemerintah untuk pemotongan suku bunga. Tinjauan suku bunga berikutnya akan dilakukan pada 16 Oktober.
BOT siap menyesuaikan suku bunga jika prospek berubah, kata Sethaput, seraya menambahkan perlu ada pilihan kebijakan dengan penyangga untuk menjaga ketahanan dalam menghadapi ketidakpastian dan guncangan. (end/ba)