04633742
IQPlus, (16/2) - Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengatakan kenaikan gaji menjadi faktor yang semakin penting ketika para pembuat kebijakan menilai kapan mereka dapat mulai menurunkan suku bunga.
Meskipun disinflasi akan terus berlanjut secara bertahap pada 2024, namun Lagarde mengatakan kepada anggota parlemen Uni Eropa bahwa risiko masih ada dan pembuat kebijakan memerlukan lebih banyak jaminan bahwa kenaikan harga akan kembali ke target dua persen.
"Pertumbuhan upah terus kuat dan diperkirakan menjadi pendorong dinamika inflasi yang semakin penting di kuartal-kuartal mendatang," katanya, dikutip dari The Business Times, Jumat, 16 Februari 2024.
"Kontribusi keuntungan per unit terhadap tekanan harga domestik terus menurun, menunjukkan bahwa, seperti yang diperkirakan, kenaikan upah setidaknya sebagian ditopang oleh margin keuntungan," tambahnya.
Pernyataan ini muncul ketika beberapa bank sentral utama dunia berdebat mengenai kapan mereka dapat dengan aman mulai membalikkan kenaikan suku bunga yang mereka lakukan untuk membatasi inflasi .tanpa menghidupkan kembali harga-harga lagi.
Para pejabat di Frankfurt tampaknya terpecah antara pemotongan awal pada April atau Juni, meskipun mayoritas secara terbuka mendukung pemotongan tersebut, ingin mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai perkembangan gaji dan keuntungan perusahaan di 20 negara zona euro.
Lagarde mengatakan meskipun pelacak upah ECB yang berwawasan ke depan terus memberi sinyal tekanan yang kuat, namun perjanjian menunjukkan bahwa tekanan tersebut akan mendatar pada kuartal terakhir 2023.
"Tekanan upah pada 2024 terutama bergantung pada hasil putaran negosiasi yang sedang berlangsung atau yang akan datang yang memengaruhi sebagian besar pekerja di kawasan euro," pungkasnya. (end/ba)