33130274
IQPlus, (28/11) - Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde menyatakan tekanan inflasi zona euro mereda seperti yang diharapkan. Namun demikian, pertumbuhan upah masih kuat dan prospeknya sangat tidak pasti, sehingga perjuangan bank sentral Eropa untuk menahan pertumbuhan harga belum selesai.
ECB menaikkan suku bunga ke rekor tertinggi sebesar empat persen pada awal tahun ini untuk menghentikan pertumbuhan harga. Akan tetapi telah mengisyaratkan kebijakan yang stabil untuk beberapa kuartal ke depan dan pasar sudah mulai bersiap untuk penurunan suku bunga pertama, yang akan dilakukan pada April atau Juni.
"Ini bukan waktunya untuk mulai mendeklarasikan kemenangan. Kita harus tetap memerhatikan berbagai kekuatan yang memengaruhi inflasi dan secara tegas fokus pada mandat stabilitas harga," kata Lagarde pada pertemuan anggota parlemen Uni Eropa di Brussels, dikutip dari The Business Times, Selasa, 28 November 2023.
Lagarde memperkirakan melemahnya tekanan inflasi akan terus berlanjut namun pertumbuhan harga secara keseluruhan dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang dan prospek jangka menengah dikelilingi oleh ketidakpastian yang cukup besar.
"Tingkat suku bunga yang tinggi, pertumbuhan yang lemah, dan melemahnya pasar tenaga kerja semuanya akan membantu ECB menurunkan inflasi hingga dua persen," kata Lagarde.
Namun pertumbuhan upah masih pesat, tambahnya, meskipun upah pekerja terus meningkat, dan perekonomian akan menguat di tahun-tahun mendatang. Mengenai kebijakan, Lagarde hanya mengulangi panduan standar ECB bahwa suku bunga saat ini, yang dipertahankan cukup lama, akan membantu memulihkan stabilitas harga. (end/ba)