BSI DORONG JAWA TIMUR JADI PUSAT EKONOMI SYARIAH NASIONAL

  • Info Pasar & Berita
  • 20 Sep 2024

26329914

IQPlus, (20/9) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, salah satunya mendorong Jawa Timur menjadi pusat ekonomi syariah nasional.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi di Surabaya, Kamis mengatakan BSI melihat Jawa Timur sebagai salah satu wilayah potensial untuk menjadi pusat ekonomi syariah nasional.

Melalui berbagai inisiatif, termasuk program literasi dan inklusi keuangan syariah, BSI terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bank syariah.

Hery mengatakan bahwa perbankan syariah telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa rasio keuangan, melampaui rata-rata industri.

"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai perbankan syariah sebagai bagian dari solusi keuangan mereka," ujar Hery.

Dia menegaskan bahwa perseroan melihat potensi besar dalam mengintegrasikan ekosistem Islam di daerah ini sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah.

Hal tersebut didasarkan bahwa berdasarkan data Pemerintah, Jawa Timur memiliki populasi mayoritas muslim dan keberadaan lebih dari 6 ribu pesantren serta 51 ribu masjid. Provinsi ini menjadi salah satu wilayah yang strategis dalam pengembangan ekonomi syariah.

Besarnya potensi Jawa Timur dalam pengembangan ekonomi syariah juga ditunjukkan dari data penyaluran pembiayaan syariah.

Dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Regional Jawa 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, pangsa penyaluran pembiayaan syariah di Jawa Timur terus mengalami peningkatan, dari 6 persen pada tahun 2019 menjadi 7,7 persen pada kuartal II 2024.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Jawa Timur juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni tumbuh 12,4 persen secara tahunan pada Juli 2024.

Penyaluran pembiayaan perbankan syariah tersebut tumbuh dobel digit dibandingkan dengan pertumbuhan kredit umum sebesar 4,7 persen.

Lebih lanjut, menurut Hery, data-data tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah nasional.

"Dengan dukungan masyarakat dan berbagai pihak, BSI optimis ekonomi syariah di Jawa Timur akan terus berkembang pesat," ujar Hery. (end/ant)

Kembali ke Blog