BYD BAKAL PASANG BATERAI SOLID-STATE KE MOBILNYA MULAI 2027

  • Info Pasar & Berita
  • 14 Sep 2026

25628142

IQPlus, (14/9) - Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li dalam sebuah wawancara di Valencia, Spanyol, mengonfirmasi bakal mulai memasang baterai berteknologi solid-state ke mobilnya mulai tahun depan.

Berdasarkan laporan Car News China, Minggu (13/9) waktu setempat, pernyataan Li tersebut menetapkan target demonstrasi jangka pendek, tapi, tidak menetapkan jadwal peluncuran ritel atau produksi massal. Li dengan percaya diri mengatakan perusahaannya telah mengeksplorasi beragam teknologi baterai untuk kendaraan listrik di pusat riset dan pengembangannya dan tak terkecuali baterai solid-state yang saat ini dikenal sebagai teknologi termutakhir saat ini.

"Jadi berbicara tentang baterai solid-state, BYD berada di posisi terdepan; kami berada di posisi terdepan untuk lini komersial, dan untuk teknologinya. Jadi, untuk membuktikannya, bahkan tahun depan kami akan memiliki satu model yang akan menjadi model pertama dengan teknologi ini," kata Li.

Divisi baterai BYD tidak hanya mempelajari kimia dari sel baterai tapi juga "kemampuan manufaktur dan desain peralatan". Meski begitu dia tidak menjelaskan secara detail rincian produksi, nama kendaraan, spesifikasi baterai, atau angka kinerja sehingga pernyataannya bisa dibilang masih berada di tahapan demonstrasi teknologi.

Chief Technology Officer FinDreams, anak perusahaan BYD, Sun Huajun mengatakan bahwa uji coba skala kecil telah disiapkan untuk melibatkan sekitar 1.000 kendaraan pada 2027 dan mengharapkan produksi komersial yang lebih besar ditargetkan dapat tercapai di 2030.

Uji coba awal ini diharapkan berfokus pada platform kelas atas, termasuk Yangwang dan Denza karena di kelas tersebut biaya tambahan teknologi solid-state lebih mudah diserap.

Tidak hanya pengembang mandiri, BYD juga mengembangkan teknologi baterai solid-state dalam kerangka China's All-Solid-State Battery Collaborative Innovation Platform (CASIP). Sebuah inisiatif yang didukung oleh pemerintah melibatkan para pelaku industri terkait dengan nilai investasi senilai 830 juta dolar AS (Rp14,6 triliun).

Kepala Ilmuwan BYD Lian Yubo mengatakan teknologi baterai yang ada saat ini berupa lithium-ion cair dan yang tengah dikembangkan yaitu solid-state masih dapat digunakan berdampingan setidaknya selama dua dekade. Hal ini dapat membantu transisi lebih panjang daripada penggantian langsung baterai konvensional.

Kendaraan BYD tahun depan akan menguji apakah teknologi sulfida yang dikerjakan di laboratoriumnya dapat berfungsi dengan baik di luar ruang penelitian. Produksi massal tampaknya masih merupakan langkah yang jauh dalam rencana perusahaan.

Selain BYD, pengembangan teknologi baterai solid-state juga dilakukan oleh banyak perusahaan lain. Misalnya, Toyota sudah menargetkan peluncuran baterai tersebut di mobil-mobil BEV besutannya pada 2027-2028 melalui kemitraan dengan Idemitsu Kosan.

Samsung SDI yang sudah menargetkan produksi massal baterai solid-state pada 2027.

Dari semua upaya itu, tantangan utama dari pengembangan baterai solid-state saat ini ialah beralih dari tahapan pengembangan skala percontohan ke produksi berskala besar. (end)

Kembali ke Blog