03547314
IQPlus, (5/2) - Di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan, emiten holding dan konsultasi manajemen, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) atau Perseroan, resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai yang fantastis. Perseroan mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp1 triliun untuk melancarkan aksi korporasi ini.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan hari ini, aksi buyback tersebut akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis Perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta menjaga stabilitas harga saham agar tetap selaras dengan kinerja fundamental perusahaan.
Struktur Pendanaan dan Dampak Keuangan Manajemen CDIA menegaskan bahwa seluruh pendanaan buyback akan bersumber dari kas internal perusahaan secara bertahap. Meskipun melibatkan dana dalam jumlah besar, Perseroan optimistis langkah ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan.
"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha, mengingat modal kerja dan arus kas kami masih sangat mencukupi," tulis Manajemen CDIA dalam keterangan resminya.
Mekanisme dan Pembatasan Untuk mengeksekusi rencana ini, CDIA telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara pedagang efek melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham yang telah dibeli kembali nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury shares) selama maksimal tiga tahun. Perseroan memiliki fleksibilitas untuk mengalihkan saham tersebut di masa depan, baik melalui penjualan kembali di bursa, pengurangan modal, maupun program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen (MESOP). (end)