CELIOS: RI PERLU TEKANKAN KERJA SAMA CHINA SOAL TRANSISI ENERGI

  • Info Pasar & Berita
  • 11 Nov 2024

31540836

IQPlus, (11/11) - Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, kerja sama dengan China yang dibangun pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto harus mengarah pada transisi energi bersih.

Menurutnya, peran China dalam mendorong transisi energi semakin besar di tengah perubahan geopolitik pascaterpilihnya Donald Trump dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

"Diharapkan pemerintah maupun pelaku usaha China menjadi katalisator dari investasi hijau, yang ramah lingkungan. Seperti mempercepat penggantian PLTU batu bara di kawasan hilirisasi dengan sumber energi terbarukan. Selain itu, diharapkan relokasi industri komponen energi terbarukan seperti panel surya, mikro-hidro dan tenaga angin dari China bisa memberi angin segar bagi sektor industri pengolahan Indonesia," kata Bhima dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Diketahui, Presiden Prabowo mulai melakukan serangkaian lawatan diplomatik untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dengan beberapa negara. Lawatan pertama ini diawali dengan menyambangi dua kekuatan besar yang paling berpengaruh di dunia, China dan AS.

Pertemuan dengan para petinggi China tersebut dilakukan pada 9 November 2024 bertujuan membahas kerja sama ekonomi, politik, pertahanan hingga budaya.

Lawatan ini menghasilkan beberapa Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai sektor yang penting untuk kedua negara di antaranya, pengembangan perikanan minyak dan gas, sumber daya mineral, mineral hijau, sumber daya air, keselamatan maritim, ekonomi biru, perumahan, hingga impor kelapa segar dari Indonesia. (end/ant)

Kembali ke Blog