CIO DANANTARA SEBUT ISU MSCI JADI MOMENTUM MEMPERBAIKI PASAR SAHAM

  • Info Pasar & Berita
  • 30 Jan 2026

02924665

IQPlus, (30/1) - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam dua hari terakhir sebagai imbas dari pengumuman MSCI, jadi momentum perbaikan bagi pasar saham domestik.

"(Ini seperti) wake up call (peringatan) dan kayak mandi air dingin. Kadang-kadang kita butuh juga (hal seperti ini) dan juga nggak usah kita menjadi defensif. Kita perbaiki saja diri kita karena market kita fundamentally very good (secara fundamental sangat baik)," ucapnya di Jakarta, Kamis.

IHSG pada Rabu pagi (28/1) bergerak melemah imbas dari pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) tentang rencana pembekuan sementara proses review indeks dan rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia, termasuk indeks review pada Februari 2026 mendatang.

IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 55,95 poin atau 6,39 persen ke posisi 820,16.

Pada Kamis pagi (29/1), IHSG kembali dibuka melemah sebesar 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79

Dengan adanya penurunan level IHSG yang signifikan tersebut, Pandu berharap semua pihak dapat tergerak untuk segera menyelesaikan kesepakatan dengan MSCI dalam melakukan proses review saham-saham di Indonesia.

"Semoga dengan (masalah) ini, semua tergerak karena urusan MSCI ini udah 3,5 bulan kok, (atau sekitar) 4 bulan, sudah tahu semua (tentang hal ini), jadi perbaikilah," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya untuk mengomunikasikan kepada MSCI terkait rencana regulator untuk meningkatkan batas free float, atau batas jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas kepada publik.

"It's okay (Tidak apa-apa), karena kita tuh harus terus berkembang, kita harus seperti market (pasar) kayak di China, di Hong Kong, di India. Don't be defensive (jangan defensif)," kata Pandu Sjahrir.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera melakukan penyesuaian aturan batas free float saham dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen, yang ditargetkan berlaku mulai Februari 2026.

"SRO akan menerbitkan aturan untuk free float minimal 15 persen yang akan dilakukan dalam waktu dekat. dengan transparansi yang baik dan bagi emiten yang dalam jangka waktu tertentu," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis. (end/ant)

Kembali ke Blog