CITIGROUP AKAN PERKUAT TIM PERBANKAN INVESTASI JEPANG

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Des 2025

35631022

IQPlus, (23/12) - Citigroup akan meningkatkan lebih lanjut tim perbankan investasinya di Jepang untuk memanfaatkan lonjakan merger dan akuisisi yang memecahkan rekor dan diperkirakan akan mencapai puncaknya.

Bank AS tersebut berencana untuk memperluas divisi tersebut sekitar 30 persen pada paruh pertama tahun 2026, kata wakil ketua Jepang Masuo Fukuda dalam sebuah wawancara, menolak untuk memberikan angka pasti jumlah karyawan.

Perusahaan-perusahaan Jepang menjadi lebih terbuka terhadap kesepakatan setelah reformasi tata kelola perusahaan yang membuat para eksekutif dan direktur lebih peka terhadap kebutuhan pemegang saham.

Beberapa perusahaan menjual aset non-inti sementara yang lain mengejar akuisisi untuk meningkatkan peluang pertumbuhan di luar negeri. Pengambilalihan paksa tidak lagi tabu, dan ekuitas swasta serta investor aktivis memainkan peran yang lebih besar.

"Ini adalah titik balik utama bagi pasar Jepang," kata Akira Kiyota, yang bergabung dengan Citigroup Global Markets Japan dari Nomura Holdings pada bulan Oktober sebagai kepala bersama perbankan investasi di Jepang.

Meningkatnya jumlah dan kompleksitas transaksi berarti "kebutuhan akan penasihat keuangan semakin meningkat, dan peran kami akan terus berkembang," katanya.

Transaksi M&A yang melibatkan perusahaan Jepang mendekati US$350 miliar tahun ini, terbanyak sejak Bloomberg mulai mengumpulkan data pada tahun 1998. Citigroup berada di peringkat ke-10 di antara penasihat transaksi tersebut dan ke-11 untuk penjamin emisi saham dan obligasi Jepang.

Citigroup bukanlah satu-satunya perusahaan global yang bergegas memperkuat operasi perbankan investasi di Jepang. Goldman Sachs merombak operasi penasihat M&A-nya bulan ini. Jefferies Financial Group dan UBS Group AG juga telah melakukan penunjukan penting.

"Persaingan untuk mendapatkan talenta semakin intensif, sehingga kami harus bergerak cepat dalam perekrutan," kata Fukuda. Pada bulan Maret, ia mengatakan ingin mengembangkan tim perbankan investasi sebesar 15 persen. Unit sekuritas Jepang perusahaan tersebut memiliki sekitar 900 karyawan.

Bisnis perbankan investasi Citigroup di Jepang diperkirakan akan mencatatkan pendapatan tahunan tertinggi sejak perusahaan tersebut memutuskan hubungan dengan merek lokal Nikko pada tahun 2009, menurut kepala divisi lainnya, Taiji Nagasaka.

Ketika ditanya tentang prospek pasar Jepang pada tahun 2026, Kiyota mengatakan faktor eksternal dan berbagai tekanan berarti bahwa perusahaan "tidak punya pilihan selain melakukan tindakan korporasi."

Keputusan Bank Sentral Jepang pekan lalu untuk menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 30 tahun sebesar 0,75 persen kemungkinan tidak akan memperlambat aktivitas transaksi, tambahnya. (end/Bloomberg)





Kembali ke Blog