30351273
IQPlus, (31/10) - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (Kode Saham Bloomberg: CSRA IJ) telah menerbitkan Laporan Keuangan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 (selanjutnya disebut 9M23).
Dalam siaran pers CSRA (31/10) disebutkan Perusahaan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp676,30 miliar selama 9M23 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp765,16 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh harga jual rata-rata yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menjaga pendapatan tetap stabil di kwartal ketiga
CSRA menjaga pendapatan yang cukup stabil dan lintasan performa yang masih konsisten sambil tetap fokus pada strateginya, menunjukkan ketangguhan model bisnisnya terhadap segala kondisi perekonomian yang ada.
Mengontrol biaya agar mendapatkan hasil yang sesuai ekspektasi
Laba Usaha turun 50,3% menjadi Rp180,90 miliar dari Rp364,08 miliar di 9M22. Margin usaha menjadi 26,7% di 9M23 dari 47,6% pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan marjin usaha ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga pupuk yang sangat signifikan dalam waktu setahun terakhir.
Tetap fokus dalam mengelola laba agar terjaga dengan baik
Laba bersih ditutup pada posisi Rp118,99 miliar atau turun 51,9% dari Rp247,71 miliar pada 9M22 sehingga menghasilkan marjin bersih di level 17,6%.
Neraca Keuangan Yang Kokoh merupakan potensi jangka panjang yang cerah
Posisi aset CSRA berada di Rp1,84 triliun, lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2022 di Rp1,83 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan di 9M23 sebesar Rp756,04 miliar dibandingkan dengan Rp872,14 miliar pada akhir tahun 2022 dan Ekuitas mencapai Rp1,08 triliun dibandingkan Rp963,11 miliar pada akhir tahun lalu. Penurunan hutang bank dari periode ke periode dilakukan demi memperkuat struktur permodalan.
Mengkaji kesehatan finansial melalui rasio
CSRA menerapkan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif di seluruh lini perusahaan, yang didukung oleh nilai-nilai intinya. Hal ini diuraikan dalam kerangka kerja manajemen risiko CSRA, yang mencakup prinsip tata kelola dan praktik operasional, baik dalam aspek keuangan maupun non keuangan. Dibandingkan posisi pada akhir tahun 2022, rasio interest bearing debts terhadap ekuitas saat ini adalah 0,57x, lebih rendah daripada level tahun 2022 sebesar 0.67x. Selain itu, posisi rasio lancar berada pada level yang lebih aman dengan ukuran 1,93x, rasio utang terhadap EBITDA sebesar 3,06x, dan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 2,78x juga menunjukkan indikator yang aman.
Pada tanggal 28 Oktober 2023 CSRA merayakan ulang tahun ke-40 dengan meresmikan pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas 45 ton per jam (PKS 2) di kabupaten Tapanuli Selatan.
Berkat skala dan kemampuannya, PKS 2 menjadi sangat istimewa dan akan memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong rencana strategis Perusahaan yang sejalan dengan kriteria yang ditetapkan oleh Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Perayaan ulang tahun ke-40 Perusahaan melibatkan serangkaian inisiatif yang diselenggarakan sepanjang tahun 2023 dan yang akan diselenggarakan di awal tahun 2024.
Keunggulan operasional memberikan banyak potensi peluang bagi pertumbuhan usaha CSRA tetap sangat fokus dalam menjaga disiplin biaya. Perusahaan menargetkan laba usaha yang sehat untuk tahun 2023, diluar dampak El Nino. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2023, CSRA menunjukkan kemampuan nya dalam menjaga pendapatan yang kuat sebesar Rp676,30 miliar walaupun turun dari Rp765,16 miliar pada 9M22. Hal ini terutama didorong oleh penurunan harga jual rata-rata secara YoY. Harga jual rata-rata CPO menurun sekitar 18,5% YoY pada 9M23 dan harga jual FFB dan kernel menurun masing-masing sebesar 17,3% dan 33,8% YoY.
Selain itu, perusahaan telah mengutamakan pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tingkat produktivitas yang solid dan keunggulan operasional. Fokus strategis utamanya adalah meningkatkan margin melalui investasi dalam mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan manajemen biaya. (end)