19525109
IQPlus, (15/7) - PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyebut pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perseroan masih sesuai target hingga akhir 2026 dengan menjadikan penguatan likuiditas sebagai salah satu fokus utama di tengah persaingan penghimpunan dana di industri perbankan.
Chief Strategy Officer Bank Danamon Reza Iskandar Sardjono mengatakan perseroan akan terus menjaga pertumbuhan DPK karena kecukupan likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan bank.
"Menurut saya (pertumbuhan DPK) masih on track. Kami akan terus menjaganya karena itu memang salah satu kunci kesehatan bank. Likuiditas menjadi fokus utama kami," kata Reza usai Media Luncheon HUT ke-70 Danamon di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, strategi penghimpunan dana dilakukan melalui penguatan ekosistem bisnis, antara lain sektor otomotif, fast moving consumer goods (FMCG), pendidikan, properti Jepang, serta haji dan umrah.
Ia menjelaskan pendekatan financial supply chain memungkinkan aliran dana dari produsen, distributor, subdistributor hingga konsumen berlangsung di dalam ekosistem nasabah Danamon sehingga mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga secara berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan terus memperkuat kapabilitas digital dengan menambah fitur layanan secara berkala agar mampu meningkatkan aktivitas transaksi nasabah sekaligus mempertahankan daya saing perseroan.
Berdasarkan kinerja kuartal I 2026, total kredit dan trade finance Danamon tumbuh sekitar 9 persen secara tahunan menjadi Rp216,2 triliun, sedangkan giro, tabungan, dan deposito meningkat sekitar 16 persen menjadi Rp176,1 triliun.
Sementara itu, Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan perseroan terus menyeimbangkan kebutuhan pendanaan jangka pendek dan jangka panjang di tengah kompetisi penghimpunan dana.
Menurut dia, penyesuaian suku bunga dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan nasabah, kondisi pasar, serta arah kebijakan pemerintah dan regulator.
"Kami tidak serta-merta menaikkan semua suku bunga, baik suku bunga kredit maupun deposito," ujar Ivan.
Ia mengatakan strategi utama perseroan bukan hanya melalui penyesuaian pricing, tetapi juga meningkatkan aktivitas transaksi agar dana murah semakin besar dan biaya dana (cost of fund) tetap terjaga.
Menurut Ivan, peningkatan transaksi memungkinkan penghimpunan dana murah semakin optimal sehingga bank memiliki ruang menawarkan suku bunga kredit yang lebih kompetitif kepada masyarakat.
Ia menambahkan target pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 tetap dipertahankan pada kisaran dua digit rendah atau sekitar 10 hingga 15 persen, sedangkan pertumbuhan DPK diharapkan bergerak sejalan dengan ekspansi pembiayaan.
"Pertumbuhan kredit di kisaran low double digit, antara 10 sampai 15 persen, selalu menjadi target kami. Untuk dana juga mengikuti," ungkap dia. (end)