02027843
IQPlus, (21/1) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan untuk meningkatkan nilai keseluruhan dari aset yang dikelola menjadi tiga kali lipat pada 2030, salah satunya melalui tranformasi dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam Panel Diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengungkapkan, saat ini total aset Danantara mencapai 900 miliar dolar AS (Rp15,29 kuadriliun, kurs = Rp16.985 pada Selasa pagi).
"Dalam lima tahun mendatang, kami harus meningkatkan (aset) melalui penciptaan nilai dan sebagainya, dan secara bertahap mencapai tujuan kami untuk melipatgandakan jumlah tersebut hingga tiga kali lipat pada tahun 2030," ujarnya, seperti yang disaksikan melalui kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi dari Jakarta, Selasa.
Untuk merealisasikan target tersebut, ia mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan konsolidasi terhadap 1,068 BUMN menjadi 221 entitas usaha dalam 3-4 tahun ke depan.
Al-Arief menyatakan, saat ini ribuan perusahaan pelat merah yang menjadi portofolio Danantara tersebut berada di bawah pengelolaan sekitar 50 holding di berbagai sektor. (end/ant)