30336033
IQPlus, (30/10) - Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) mengatakan ekonomi Jerman akan berkontraksi sebesar 0,2 persen di tahun ini. DIHK memangkas perkiraan sebelumnya untuk stagnasi yang dipublikasikan pada Mei.
Angka-angka tersebut juga tidak optimistis untuk 2025, ketika DIHK memperkirakan pertumbuhan nol. Itu akan menjadi tahun ketiga berturut-turut tanpa pertumbuhan riil dalam PDB, menurut perkiraan tersebut.
"Kita tidak hanya menghadapi krisis siklus, tetapi krisis struktural yang membandel di Jerman," kata Direktur Pelaksana DIHK Martin Wansleben, selama presentasi survei ekonominya untuk musim gugur 2024, dikutip dari The Business Times, Rabu, 30 Oktober 2024.
Ekspektasi bisnis untuk bulan-bulan mendatang dalam ekonomi secara keseluruhan juga tidak memberikan alasan untuk optimisis, menurut DIHK. Survei yang dilakukan terhadap 25.000 perusahaan dari semua sektor dan wilayah menunjukkan 31 persen memperkirakan situasi bisnis akan memburuk, naik dari 26 persen pada survei terakhir.
Hanya 13 persen perusahaan yang memperkirakan perbaikan. "Kami sangat prihatin tentang seberapa besar Jerman menjadi beban ekonomi bagi Eropa dan tidak dapat lagi memenuhi perannya sebagai pekerja keras ekonomi," kata Wansleben.
Dari perusahaan yang disurvei, 26 persen melaporkan situasi terkini yang baik, turun dari 28 persen pada musim panas, sementara 25 persen melaporkan situasi buruk, naik dari 23 persen. Situasi terburuk terjadi di industri, dengan 35 persen perusahaan menilai situasi mereka buruk.
"Terakhir kali kita mengalami situasi seperti itu 20 tahun lalu selama krisis parah pada 2002 dan 2003. Ini adalah tanda peringatan yang jelas," kata Wansleben, yang menyerukan reformasi mendalam. (end/ba)