33854350
IQPlus, (4/12) - Tarif impor yang diperkirakan diterapkan oleh Pemerintahan Presiden AS terpilih Donald Trump dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di 20 negara yang menggunakan mata uang euro. Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Bank Sentral Eropa (ECB) Piero Cipollone.
Mengutip Reuters, Rabu, 4 Desember 2024, sebagian besar ekonom setuju bahwa tarif yang mungkin akan berdampak pada pertumbuhan, meskipun pandangan berbeda tentang dampaknya terhadap harga konsumen.
Beberapa berpendapat hambatan perdagangan AS akan mendorong nilai dolar, membuat impor komoditas utama menjadi lebih mahal, sementara kemungkinan pembalasan dari Eropa juga akan menaikkan biaya. Cipollone, berbicara dalam wawancara yang direkam sebelumnya di sebuah konferensi keuangan, mengambil pandangan yang berlawanan.
"Semua ini secara bersamaan membuat saya berpikir bahwa kita akan mengalami penurunan pertumbuhan tetapi juga penurunan inflasi," katanya.
Argumen ini semakin relevan karena beberapa anggota Dewan Pengurus ECB yang lebih dovish mengatakan bahwa bank sentral kini berisiko gagal mencapai target inflasi 2% dan karenanya harus memangkas suku bunga lebih cepat.
Cipollone mengatakan tarif AS akan melemahkan ekonomi, yang berarti konsumsi yang lebih rendah dan dengan demikian mengurangi tekanan pada harga. Sementara itu, produsen Tiongkok yang tidak masuk ke pasar AS akan mencari pembeli baru, menjual di Eropa dengan harga diskon.
Sementara impor minyak bisa jadi lebih mahal mengingat dolar yang lebih kuat, Trump juga ingin mendukung produksi energi AS, yang bisa berarti pasokan yang lebih besar saat pertumbuhan keseluruhan mendingin. Faktor-faktor ini kemudian akan lebih dari sekadar mengimbangi dampak inflasi pada harga. (end/ba)