ECONOMIC OUTLOOK 2027: HANA BANK DORONG OPTIMISME DI TENGAH TANTANGAN EKONOMI GLOBAL

  • Info Pasar & Berita
  • 29 Okt 2026

30156759

IQPlus, (29/10) - PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) kembali menggelar ajang tahunan Hana Bank Economic Outlook 2027 di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Mengusung tema "Beyond Uncertainty: Winning in the New Global Economic Era", kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 350 nasabah dan mitra bisnis guna membaca arah serta mengantisipasi dinamika ekonomi global maupun domestik.

Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko, mengungkapkan bahwa ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, volatilitas nilai tukar, dinamika pasar saham, hingga risiko geopolitik berkelanjutan diperkirakan masih akan membayangi perekonomian global pada tahun depan.

Kendati demikian, Hana Bank berupaya memperkuat posisi sebagai mitra keuangan terpercaya bagi nasabah. "Kami berharap Hana Bank Economic Outlook dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi nasabah dalam memahami prospek ekonomi tahun depan, serta menyusun strategi bisnis di Indonesia dan mengelola aset pribadi," ujar Yung Ryul Ko dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyoroti bahwa dinamika politik domestik dan global turut memengaruhi inflasi, daya beli, serta sentimen konsumen di Indonesia pada 2027. Selain tantangan geopolitik seperti kebijakan luar negeri Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, hingga situasi di Selat Hormuz, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dinilai akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru.

Dari sisi makroekonomi, Dekan dan CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) sekaligus Menteri Keuangan RI periode 2014-2016, Bambang Brodjonegoro, menyampaikan bahwa International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan PDB dunia pada 2027 berada di angka 3,40%, naik dari 3,10% pada tahun 2026. Khusus di kawasan ASEAN, pertumbuhan PDB Indonesia dan Filipina diproyeksikan menduduki peringkat kedua tertinggi sebesar 5,10%, tepat di bawah Vietnam.

"Namun demikian, proyeksi PDB yang tinggi belum menjamin imbal hasil. Faktor-faktor yang dapat menarik investasi antara lain permintaan pasar dan kedalaman pemasok, listrik dan logistik yang andal, kepastian izin, serta keterampilan tenaga kerja," jelas Bambang.

Acara rutin yang telah diselenggarakan sejak 2010 ini juga menghadirkan pandangan pasar keuangan global dari Jung Yoo Tag (Hana Institute of Finance) serta tren wealth management yang disampaikan oleh Yoo Young Dong (Hana Bank Wealth Management Group). Melalui forum ini, Hana Bank menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi nasabah dalam mengidentifikasi peluang, mengantisipasi tantangan, dan mengambil keputusan finansial yang berkelanjutan. (end)

Kembali ke Blog