05429291
IQPlus, (24/2) - Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa pengelolaan Danantara harus sesuai dengan standard Environmental, Social, and Governance (ESG) agar menarik bagi investasi asing.
"Untuk menarik investor luar negeri, pemerintah harus memastikan bahwa Danantara dikelola secara profesional, bebas dari intervensi politik, dan menerapkan standard tata kelola berbasis ESG," ujar M. Rizal Taufikurahman di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan bahwa pemerintah juga perlu menjamin regulasi yang transparan, stabilitas kebijakan, dan kepastian hukum dalam berinvestasi pada lembaga tersebut.
"Tanpa fondasi ini, investor global akan ragu menanamkan modalnya (di Danantara)," katanya.
Selain itu, ia menuturkan bahwa pemberian insentif fiskal yang kompetitif serta terdapatnya perlindungan terhadap investasi juga krusial agar Danantara mampu bersaing dengan lembaga pengelola dana investasi dan kekayaan negara atau sovereign wealth fund lain di kawasan.
"Jika sistem pengamanan investasi lemah, Danantara hanya akan menjadi entitas administratif tanpa daya tarik strategis bagi investor global," ucap Rizal.
Sementara iut Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mampu mendorong ekspansi ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
"Dengan strategi diversifikasi portfolio yang mencakup greenfield, brownfield, dan akuisisi strategis, Danantara mampu mendorong ekspansi ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja," ujar Josua saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin. (end/ant)