33251574
IQPlus, (28/11) - Ekonom senior Ryan Kiryanto menilai, pendanaan atau investasi penting bagi Pertamina dalam kerangka pengembangan bisnis dan peningkatan kinerja perusahaan.
Dengan investasi itulah, Pertamina berkembang menjadi besar, lanjutnya, apalagi dalam pendanaan tersebut tetap berdasarkan pada prinsip good corporate governance (GCG) dan standar praktis yang berlaku.
"Kebutuhan investasi tiap tahun itu penting dalam kerangka pengembangan bisnis atau business growth untuk peningkatan kinerja. Jadi kalau Pertamina menuju kesana, itu betul," kata Ryan melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, yang penting tujuan pengembangan investasi sesuai dengan kebutuhan, seperti membeli mesin produksi baru, dan lain-lain, yang hasilnya akan dituai di tahun-tahun berikutnya dari pertumbuhan nilai bisnis, peningkatan omzet serta nilai aset.
Oleh karena itu, lanjut Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) tersebut, jika Pertamina memiliki rencana investasi, maka BUMN tersebut sedang mengarah menjadi lebih baik.
"Sebaliknya, jika ada BUMN yang tidak pernah investasi, atau investasinya lebih kecil, justru salah. Bukannya mau maju, tapi mundur. Di saat berbagai perusahaan agresif belanja investasi, lha ini kok malah pelit, itu bahaya," katanya.
Dia juga menegaskan bahwa investasi tidak bisa dimaknai hanya sebagai utang semata jika dikelola untuk menghasilkan pertumbuhan bisnis dan profit.
Sebab, dengan investasi, akan searah dengan peningkatan produktivitas, mempermudah cara kerja dan ujungnya adalah profit.
"Uang yang dibelanjakan untuk investasi mesin-mesin itu, akan kembali tiap tahun dan meningkat gitu," ujar dia. (end/ant)