EKONOM: PERLU MAKROPRUDENSIAL AGRESIF UNTUK PERCEPAT TRANSMISI BI-RATE

  • Info Pasar & Berita
  • 17 Jul 2025

19747305

IQPlus, (17/7) - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memandang, Bank Indonesia (BI) mungkin perlu mengkombinasikan pelonggaran moneter dengan kebijakan makroprudensial yang lebih agresif untuk mempercepat transmisi penurunan suku bunga acuan (BI-Rate).

Hal ini dapat dilakukan seperti memperkuat transparansi dalam penetapan suku bunga kredit, meningkatkan kompetisi antarbank melalui digitalisasi, serta memperkuat transmisi ke segmen-segmen kredit yang potensial, terutama sektor-sektor yang memiliki dampak besar pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Secara keseluruhan, walaupun likuiditas mencukupi dan BI-Rate terus turun, transmisi ke suku bunga kredit perbankan membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang diharapkan karena sifat pasar kredit domestik yang masih cenderung konservatif dan berhati-hati," kata Josua di Jakarta, Kamis.

Josua menjelaskan, transmisi BI-Rate memang membutuhkan waktu atau memiliki lag effect yang cukup panjang. Beberapa studi empiris bahkan mencatat bahwa dampak penurunan suku bunga acuan terhadap bunga kredit perbankan bisa memakan waktu paling cepat antara 1-2 kuartal, bergantung pada kondisi pasar kredit, struktur likuiditas perbankan, dan persepsi risiko di sisi kreditur.

Dalam konteks Indonesia, catat Josua, transmisi BI-Rate ke bunga kredit memang cenderung lambat akibat beberapa faktor struktural di pasar perbankan, seperti risiko kredit yang tinggi, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang masih tebal, serta kurang agresifnya bank-bank dalam menurunkan suku bunga kredit untuk menjaga profitabilitasnya.

"Kendati BI memastikan bahwa likuiditas perbankan masih relatif longgar, perbankan tampaknya tetap berhati-hati menurunkan bunga kreditnya secara drastis," kata dia. (end/ant)


Kembali ke Blog