00760429
IQPlus, (8/1) - Guru Besar Ilmu Ekonomi Moneter Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty menyebut masuknya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS diprediksi mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 persen.
Menurut Telisa, BRICS memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, Indonesia juga bisa mengambil peranan yang kuat dalam organisasi tersebut bila disertai dengan iklim persaingan usaha yang baik.
"Ada yang memprediksi dengan keterlibatan RI ke BRICS, pertumbuhan ekonomi bisa naik 0,3 persen. Jadi kalau kita punya target 5 persen, bisa nambah 0,3 persen menjadi 5,3 persen kalau dengan dampak BRICS," ujar Telisa di Jakarta, Rabu.
Peranan kuat Indonesia, kata Telisa, terlihat saat nilai tukar rupiah yang menguat berbarengan dengan pengumuman anggota baru BRICS. Menurutnya, hal tersebut memberikan sentimen positif baru.
"Kemarin di market rupiah langsung menguat ketika RI diumumkan sebagai anggota BRICS," katanya. (end/ant)