29933211
Perekonomian Amerika Serikat (AS) pada kuartal ketiga kemungkinan tumbuh di laju tercepat dibandingkan dengan kuartal mana pun dalam hampir dua tahun, sekali lagi mengabaikan peringatan resesi. Hal itu karena upah yang lebih tinggi dari pasar tenaga kerja yang ketat membantu mendorong belanja konsumen.
Mengutip Reuters, Jumat, 27 Oktober 2023, perkiraan awal Departemen Perdagangan AS mengenai Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga juga diperkirakan menunjukkan rebound investasi residensial setelah mengalami penurunan selama sembilan kuartal berturut-turut.
Sedangkan investasi dunia usaha diyakini melambat seiring berkurangnya dorongan pembangunan pabrik. Pemerintahan Presiden Joe Biden telah mengambil langkah-langkah untuk mendorong lebih banyak manufaktur semikonduktor di AS.
Meskipun laju pertumbuhan kuat yang diperkirakan terjadi pada kuartal terakhir mungkin tidak berkelanjutan, namun ini akan menunjukkan ketahanan perekonomian walau ada kenaikan suku bunga yang agresif dari Federal Reserve.
Tapi pertumbuhan bisa melambat pada kuartal keempat karena pemogokan United Auto Workers dan dimulainya kembali pembayaran pinjaman mahasiswa oleh jutaan orang Amerika.
Sedangkan sebagian besar ekonom telah merevisi perkiraan mereka dan sekarang percaya bahwa The Fed dapat merancang 'soft-landing' bagi perekonomian, mengutip ekspektasi bahwa periode Juli-September akan menunjukkan kelanjutan kekuatan produktivitas pekerja pada kuartal kedua dan moderasi dalam biaya unit tenaga kerja.
"Kami melihat kebalikannya (resesi). Konsumen Amerika, mesin terbesar perekonomian AS tampaknya mengalami kebangkitan di pertengahan tahun, terutama karena kepercayaan meningkat sepanjang musim panas karena reli di pasar saham dan harga bensin yang lebih stabil," pungkas Ekonom Senior BMO Capital Markets Sal Guatieri. (end/ba)