EKONOMI Q2 MALAYSIA TUMBUH LEBIH CEPAT DARI PERKIRAAN

  • Info Pasar & Berita
  • 18 Jul 2025

19851586

IQPlus, (18/7)- Perekonomian Malaysia tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal kedua, didorong oleh sektor jasa, bahkan ketika negara tersebut menghadapi penerapan tarif global oleh Presiden AS Donald Trump.

Produk domestik bruto naik 4,5 persen pada periode April-Juni dibandingkan tahun sebelumnya, menurut perkiraan awal dari Departemen Statistik Malaysia. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan median 4,2 persen dalam survei Bloomberg, dan lebih cepat dari ekspansi 4,4 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Data ekonomi terbaru dapat memberikan ruang bernapas bagi para pembuat kebijakan saat mereka meninjau proyeksi pertumbuhan 4,5-5,5 persen untuk tahun 2025. Malaysia telah diancam dengan pungutan impor AS sebesar 25 persen dan para pejabat sedang berlomba untuk menegosiasikan tarif yang lebih rendah sebelum berlaku pada 1 Agustus.

Ekspor secara tak terduga turun 3,5 persen pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Badan Pusat Statistik dalam pernyataan terpisah. Estimasi median analis adalah peningkatan sebesar 5,4 persen, menurut survei Bloomberg. Impor naik 1,2 persen, sementara total perdagangan turun 1,2 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa efek peningkatan pengiriman ke AS mulai memudar, menurut Lavanya Venkateswaran, analis di Oversea-Chinese Banking Corp.

.Secara keseluruhan, kami melihat data yang masuk beragam, menunjukkan melemahnya permintaan eksternal di tengah kondisi permintaan domestik yang membaik,. ujarnya. Ia mempertahankan proyeksi PDB tahunan sebesar 3,9 persen, dan memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi oleh bank sentral tahun ini.

Bank sentral pekan lalu memangkas suku bunga seperempat poin untuk mendukung perekonomian secara preemptif, dengan peringatan bahwa "keseimbangan risiko terhadap prospek pertumbuhan masih condong ke arah penurunan."

Pertumbuhan manufaktur melambat menjadi 3,8 persen pada kuartal kedua, dari 4,1 persen pada tiga bulan pertama tahun ini, menurut badan statistik.

Pertumbuhan sektor jasa meningkat menjadi 5,3 persen, dari 5 persen pada tiga bulan sebelumnya, dengan kontribusi utama dari perdagangan grosir dan eceran, serta bisnis transportasi dan penyimpanan. Perekonomian Malaysia diperkirakan tumbuh sebesar 4,4 persen pada paruh pertama tahun 2025, menurut badan pemerintah tersebut.

Sektor konstruksi melambat, tetapi masih mencatat ekspansi 11 persen, peningkatan kuartalan dua digit keenam berturut-turut.

Estimasi PDB awal didasarkan pada informasi yang tersedia dari bulan April dan Mei, beserta estimasi. Data PDB awal, yang akan memberikan analisis terperinci untuk kuartal kedua, akan dirilis pada 15 Agustus. (end/Bloomberg)


Kembali ke Blog