28626176
IQPlus, (14/10) - Ekonomi negara tersebut tumbuh sebesar 5,4 persen secara tahunan (*year-on-year*) pada kuartal ketiga tahun 2026 melambat dari angka 6,2 persen pada kuartal sebelumnya berdasarkan estimasi awal yang dirilis oleh Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) pada Rabu (14 Oktober) pagi.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus sebesar 5,1 persen yang diperoleh dari survei Bloomberg terhadap para ekonom sektor swasta.
Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, produk domestik bruto (PDB) meningkat sebesar 1,1 persen, melanjutkan pertumbuhan 1,5 persen yang tercatat pada kuartal kedua.
Sektor manufaktur tumbuh sebesar 7,5 persen secara tahunan pada kuartal ketiga, melambat tajam dibandingkan dengan pertumbuhan 12,9 persen pada kuartal sebelumnya.
"Pertumbuhan selama kuartal tersebut didukung oleh peningkatan produksi di klaster elektronik, rekayasa presisi, rekayasa transportasi, dan manufaktur umum, yang mengimbangi penurunan produksi di klaster manufaktur bahan kimia dan biomedis," demikian pernyataan METI.
Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh sebesar 8,8 persen secara tahunan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 6,1 persen yang tercatat pada kuartal sebelumnya seiring dengan meningkatnya output konstruksi baik di sektor publik maupun swasta.
Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh sebesar 8,8 persen secara tahunan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan 6,1 persen yang tercatat pada kuartal sebelumnya seiring dengan peningkatan output konstruksi baik di sektor publik maupun swasta (end/bussinesstimes.com)