EKSPANSI, INDOSPRING (INDS) BIDIK PASAR TIMUR TENGAH

  • Info Pasar & Berita
  • 30 Jan 2026

02956128

IQPlus, (30/1) - Emiten komponen otomotif, PT Indospring Tbk (INDS), memaparkan strategi bisnis terbaru guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan pasar otomotif dalam negeri yang sedang lesu. Dalam agenda Public Expose Insidentil yang digelar secara hybrid pada Kamis (29/1), manajemen mengungkapkan rencana ekspansi besar ke pasar internasional dan penguatan lini produk baru.

Ekspansi ke Timur Tengah Direktur Perseroan, Bob Budiono, menyatakan bahwa INDS kini tengah membidik pasar Timur Tengah dan Asia Tengah sebagai target ekspor utama. Langkah ini diambil karena karakteristik armada transportasi di wilayah tersebut memiliki kemiripan dengan pasar Indonesia.

"Kami melihat pasar Timur Tengah memiliki dominasi truk merek Jepang dengan spesifikasi dan model yang identik dengan yang ada di tanah air," ungkap manajemen dalam sesi tanya jawab tersebut. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat kinerja ekspor perusahaan tahun ini.

Lini Fastener Jadi Motor Pertumbuhan Selain ekspansi geografis, INDS juga mulai memacu lini produksi Fastener (U-bolt) yang telah dimulai sejak tahun 2025. Saat ini, Perseroan memfokuskan produk tersebut untuk mengisi pasar aftermarket.

Tidak hanya berhenti di sektor otomotif, INDS juga membuka peluang investasi untuk memproduksi fastener non-otomotif guna diversifikasi risiko. Targetnya ambisius: INDS bertekad menembus jajaran tiga besar pemain utama di pasar domestik, sekaligus menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan masa depan.

Tanggapan Soal Volatilitas Saham Terkait dengan lonjakan harga saham INDS yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Januari 2026 lalu, manajemen menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan mekanisme pasar.

Pihak Perseroan menyatakan telah menyampaikan seluruh informasi material sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku. "Seluruh informasi telah kami sampaikan melalui website BEI dan tidak ada informasi material tambahan yang perlu disampaikan saat ini," tegas Bob Budiono. (end)


Kembali ke Blog