EMMI PERKUAT NERACA DAN KESIAPAN OPERASIONAL JELANG REALISASI PENGADAAN PEMERINTAH

  • Info Pasar & Berita
  • 29 Okt 2026

30161419

IQPlus, (29/10) - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) perusahaan penyedia alat kesehatan dalam negeri yang berfokus pada perlengkapan ruang operasi dan ICU, hari ini mengumumkan laporan keuangan interim konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 ("9M26").

Dalam siaran pers EMMI (29/10) Pada 9M26, Perseroan mencatatkan penguatan struktur permodalan yang signifikan pasca penawaran umum perdana saham (IPO). Jumlah ekuitas meningkat menjadi Rp337,0 miliar dari Rp145,0 miliar pada akhir 2025, sementara rasio utang neto terhadap ekuitas (gearing ratio) turun tajam menjadi 0,41x dari 2,67x.

Di sisi lain, penjualan bersih tercatat sebesar Rp97,7 miliar dibandingkan Rp328,5 miliar pada 9M25, seiring proyek pengadaan pemerintah tahun 2026 diperkirakan baru akan terealisasi pada 4Q26 dan 1Q27.

Neraca yang Semakin Solid Pasca-IPO

Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada awal Juli 2026 memperkuat posisi keuangan Perseroan secara menyeluruh. Penerimaan dana dari penawaran umum sebesar Rp235,2 miliar mendorong kas dan bank meningkat menjadi Rp118,0 miliar per 30 September 2026, dari Rp31,9 miliar pada akhir 2025.

Sepanjang 9M26, Perseroan melakukan pembayaran utang bank sebesar Rp69,8 miliar, sehingga saldo utang bank turun 25,9% menjadi Rp200,0 miliar. Jumlah liabilitas turun 38,6% menjadi Rp257,4 miliar, sementara rasio lancar membaik menjadi 1,79x dari 0,92x.

Penurunan utang bank turut menekan beban bunga sebesar 20,6% secara tahunan menjadi Rp19,0 miliar.

Pendapatan Mencerminkan Waktu Realisasi Pengadaan Pemerintah

Penjualan bersih 9M26 tercatat sebesar Rp97,7 miliar, turun 70,2% dari Rp328,5 miliar pada 9M25. Segmen pemerintah, yang berkontribusi 93,8% terhadap penjualan, membukukan Rp91,6 miliar dibandingkan Rp321,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sedangkan segmen nonpemerintah tercatat sebesar Rp6,1 miliar dari Rp6,9 miliar.

Penurunan ini mencerminkan karakteristik bisnis Perseroan, di mana pengakuan pendapatan dari segmen pemerintah bergantung pada jadwal realisasi anggaran dan penyelesaian proses tender, yang mengalami penundaan waktu realisasi di tahun 2026 ini. Sejumlah proses tender yang diikuti Perseroan pada 2Q26 diperkirakan baru akan terealisasi menjadi pendapatan pada 4Q26 dan 1Q27, sehingga terdapat pergeseran waktu pengakuan pendapatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Profitabilitas

Di tengah penurunan penjualan, marjin laba kotor meningkat signifikan menjadi 49,3% dari 33,3% pada 9M25, dengan laba kotor tercatat sebesar Rp48,2 miliar.

Perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp30,4 miliar dan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp49,1 miliar yang disebabkan oleh beban usaha tetap Perseroan. Pendapatan Perseroan diharapkan dapat terealisasi di 4Q2026 yang akan berkontribusi pada peningkatan laba usaha perseroan di akhir tahun 2026.

Komentar Manajemen

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, menyampaikan "Kinerja pendapatan sembilan bulan pertama tahun ini mencerminkan karakteristik bisnis kami, di mana realisasi pengadaan dari institusi kesehatan pemerintah sangat bergantung pada jadwal anggaran dan proses tender. Sejumlah tender yang kami ikuti pada kuartal kedua diperkirakan akan terealisasi pada 4Q26 dan 1Q27, dan kami telah menyiapkan kapasitas perusahaan untuk mengantisipasinya.

Pasca-IPO, neraca Perseroan kini jauh lebih kuat dengan posisi kas yang lebih besar, utang bank yang lebih rendah, serta rasio gearing yang turun signifikan. Fondasi ini memberikan ruang bagi kami untuk menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin, sekaligus terus menggunakan dana hasil IPO sesuai dengan Prospektus."

Prospek

Ke depan, Perseroan akan berfokus pada penyelesaian proses pengadaan pemerintah yang diperkirakan terealisasi pada 4Q26 dan 1Q27, didukung oleh kesiapan persediaan serta struktur permodalan yang lebih sehat. Perseroan juga akan terus memperluas penetrasi pada segmen rumah sakit swasta dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, serta berkontribusi dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. (end)

Kembali ke Blog