23137191
IQPlus, (19/8) - Pembuat peralatan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, mencapai kesepakatan senilai US$1 miliar untuk menjual bisnis perutean panggilan teleponnya di AS, Iconectiv, kepada divisi investasi swasta milik Koch.
Ericsson berharap memperoleh sekitar 10,6 miliar kronor dalam bentuk tunai setelah pajak, biaya transaksi, dan kewajiban lainnya sebagai bagian dari pengambilalihan oleh Koch Equity Development, kata perusahaan itu pada hari Jumat (16 Agustus). Kesepakatan itu diharapkan akan ditutup pada paruh pertama tahun 2025 dan menghasilkan laba satu kali sekitar 8,8 miliar kronor.
Ericsson telah berupaya memangkas biaya dan meningkatkan margin di pasar peralatan telekomunikasi yang penuh tantangan. Perusahaan itu, bersama dengan pesaing Nordiknya, Nokia, telah berjuang dengan permintaan yang suram selama bertahun-tahun karena pengeluaran yang diantisipasi untuk teknologi 5G gagal terwujud.
Ericsson telah memulai proses penjualan untuk Iconectiv pada tahun 2020, Bloomberg News melaporkan pada saat itu. Unit tersebut diperkirakan akan bernilai sekitar US$1,5 miliar hingga US$2 miliar saat itu.
Koch, konglomerat besar yang terkenal dengan kilang minyak dan pabrik kimianya, telah lama menjadi investor besar dalam teknologi dan ekuitas pertumbuhan. Pada tahun 2020, Koch Equity Development membeli sisa pembuat perangkat lunak cloud Infor yang belum dimiliki Koch dalam kesepakatan yang menilai perusahaan tersebut sebesar US$11 miliar, atau hampir US$13 miliar termasuk saham preferen.
Iconectiv yang berbasis di Bridgewater, New Jersey menyediakan solusi komunikasi kepada lebih dari 5.000 pelanggan termasuk perusahaan telekomunikasi dan lembaga pemerintah, menurut pernyataan Ericsson. Perusahaan ini juga menyediakan solusi penomoran, yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan nomor mereka saat berpindah penyedia, dan telah bekerja dengan klien termasuk AT&T dan Verizon Communications. (end/Bloomberg)