04855475
IQPlus, (18/2) - Siang itu, cahaya matahari menembus rimbunnya pepohonan di Lebong Tambang, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Di sebuah rumah kayu sederhana, lampu bohlam putih untuk pertama kalinya menerangi ruang tamu yang selama ini hanya mengandalkan cahaya seadanya saat malam tiba.
Di bawah sinar lampu tersebut, Singgih Permana tersenyum haru.
Bertahun-tahun keluarganya hidup tanpa sambungan listrik mandiri.
Kini, melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerja sama dengan PT PLN (Persero), rumahnya resmi teraliri listrik.
"Sekarang anak-anak bisa belajar tanpa takut gelap. Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PLN dan pemerintah," ujar Singgih.
Bagi Singgih, listrik bukan sekadar penerangan.
Ia berharap pasokan listrik yang andal dapat mendorong peningkatan kualitas hidup keluarganya, mulai dari mendukung pendidikan anak hingga membuka peluang usaha kecil di rumah.
Kebahagiaan serupa dirasakan Hayati, penerima manfaat lainnya di Lebong Tambang.
Dengan mata berbinar, ia menunjukkan kipas angin yang kini bisa berfungsi di ruang tamunya.
Hal sederhana yang dulu mustahil, kini menjadi kenyataan.
Bagi banyak keluarga, listrik bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang akhirnya terpenuhi.
Program BPBL di Provinsi Bengkulu menghadirkan sambungan listrik bagi 750 keluarga prasejahtera.
Sebanyak 277 keluarga di Desa Tanjungan, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma menerima sambungan pada 6 Februari 2026, disusul 473 keluarga di Kabupaten Lebong pada 7 Februari 2026.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara pemerintah dan PLN dalam mempercepat pemerataan energi.
"Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mengapresiasi kolaborasi dengan PLN. Program penyambungan listrik gratis ini membuktikan bahwa ketika Pemerintah dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) berjalan beriringan, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup," ujarnya. (end)