GELOMBANG PANAS EROPA DIPREDIKSI DAPAT HAPUS SEBAGIAN PERTUMBUHAN EKONOMI

  • Info Pasar & Berita
  • 10 Agt 2026

22148288

IQPlus, (10/8) - Gelombang panas ekstrem dan kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah Eropa pada musim panas ini dapat menghapus sebagian besar pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan terjadi di kawasan tersebut, demikian pernyataan bank asal Belanda, Triodos, dalam sebuah laporan pada hari Sabtu.

Bank yang berfokus pada pembiayaan proyek-proyek berkelanjutan secara lingkungan dan sosial ini memperkirakan bahwa gangguan akibat suhu panas dapat memangkas sekitar 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Uni Eropa setara dengan kerugian ekonomi sekitar 180 miliar euro ($208 miliar) yang terutama disebabkan oleh penurunan produktivitas tenaga kerja.

Penurunan produktivitas tenaga kerja saja dapat memangkas PDB Uni Eropa sekitar 0,6%, sementara hasil produksi pertanian diperkirakan akan turun antara 3% hingga 7%.

"Harga pangan yang lebih tinggi, kendala pembangkitan listrik dan kenaikan harga listrik, serta gangguan pada jalur darat, kereta api, dan perairan pedalaman turut memperparah dampak kerugian tersebut," ungkap Triodos.

Prancis diperkirakan akan menjadi negara yang paling terdampak parah; gelombang panas yang berulang diprediksi menurunkan PDB sebesar sekitar 1,4% dan berpotensi menyebabkan kontraksi tahunan sebesar 0,6%.

Italia, Spanyol, dan Belgia juga menghadapi kerugian besar, sementara negara-negara seperti Polandia yang mengalami lebih sedikit hari dengan suhu panas ekstrem diperkirakan tidak akan terlalu terdampak.

Komisi Eropa telah memproyeksikan pertumbuhan PDB Uni Eropa sebesar 1,1%, sedangkan IMF memperkirakan kawasan euro akan tumbuh sekitar 0,9%. (end/Reuters)

Kembali ke Blog