02531025
IQPlus, (26/1) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong integrasi pasar domestik melalui skema Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan business to government (B2G) guna memperbesar dampak penyelenggaraan pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur dalam pernyataan di Jakarta, Senin, menegaskan pentingnya TEI 2026 sebagai panggung strategis bagi industri mebel dan kerajinan nasional.
Pameran yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu, kata dia, bisa meningkatkan permintaan pesanan baru untuk industri kerajinan dan mebel domestik, terutama produk yang berbasis kerajinan dari bahan alam.
"Ajang TEI ini juga membuka peluang masuknya order baru, terutama menjelang Oktober, khususnya untuk produk berbasis material natural yang sedang naik kelas di pasar global," ujar Abdul Sobur.
Lebih lanjut, menurut dia, pihaknya juga turut melakukan pertemuan dengan Kemendag di Jakarta, 21 Januari 2026 yang membahas pematangan strategi TEI 2026.
Dalam pertemuan itu, HIMKI mengusulkan penerapan strict zoning dengan pemisahan hall secara tegas berdasarkan kategori produk, seperti makanan dan minuman, manufaktur, serta furnitur dan home decor.
Skema ini dinilai dapat memudahkan buyer dalam menelusuri produk sekaligus meningkatkan kualitas interaksi bisnis yang terbangun selama pameran.
HIMKI juga mengusulkan pengelolaan dua hall khusus furnitur yang sepenuhnya dikelola HIMKI.
Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kurasi peserta, menata ekosistem pameran secara lebih tertib, serta membuka peluang penerapan skema harga maupun subsidi khusus bagi anggota.
Selain itu, HIMKI menilai TEI yang digelar pada Oktober tahun ini perlu diposisikan sebagai bagian kedua penyelenggaraan IFEX pada Maret.
Penempatan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan permintaan ekspor sepanjang tahun, khususnya bagi segmen produk furnitur outdoor yang membutuhkan pengiriman pada periode Januari hingga Mei.
Dalam rangka memperluas dampak pameran ke pasar domestik, HIMKI mendorong kehadiran instansi pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah sebagai potential buyer melalui skema P3DN/TKDN dan B2G. Dengan demikian, TEI tidak hanya menjadi ajang promosi ekspor, tetapi juga sarana integrasi pasar nasional yang lebih kuat.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini sekaligus mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah dalam memperluas promosi dan meningkatkan daya saing ekspor nasional. (end/ant)