09839527
IQPlus, (9/4) - Badan Otonom Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Womenpreneur mengintegrasikan program AIM ASEAN ke seluruh pelosok Indonesia guna mencetak pengusaha perempuan daerah yang siap bersaing secara digital di tingkat regional.
Ketua Badan Otonom HIPMI Womenpreneur Ayse Melissa Hamid menyoroti dampak krusial dari program itu bagi pengusaha perempuan.
"Melalui AIM ASEAN, kami ingin memastikan pengusaha perempuan tidak hanya jadi penonton, tetapi pemain utama dalam ekonomi digital dunia," kata Melissa dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.
Langkah itu diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (8/4) antara HIPMI Womenpreneur dengan Kaizen Collaborative Impact selaku local implementing partner untuk program Artificial Intelligence for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) di Indonesia.
Peresmian yang turut disaksikan oleh perwakilan ASEAN Foundation itu menjadi langkah awal dari agenda besar transformasi digital bagi para pelaku usaha di daerah.
Program strategis tersebut menargetkan lebih dari 5.000 pelaku UMKM perempuan untuk mendapatkan akses pelatihan digital dan sumber daya tanpa biaya.
Berbeda dengan inisiatif teknologi pada umumnya yang terpusat di ibu kota, integrasi program AIM ASEAN mengedepankan kekuatan jaringan organisasi untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
Implementasi program itu akan disebar secara merata mulai dari tingkat nasional (BPP), turun ke tingkat provinsi (BPD) hingga menyentuh akar rumput di tingkat cabang (BPC).
Lebih lanjut, kolaborasi inklusif itu dirancang secara khusus untuk merangkul lima golongan masyarakat, termasuk masyarakat desa dan komunitas yang selama ini kurang terlayani. (end/ant)