IBM TUTUP R&D DI TIONGKOK YANG BISA PENGARUHI 1.000 KARYAWAN

  • Info Pasar & Berita
  • 26 Agt 2024

23858229

IQPlus, (26/8) - International Business Machines (IBM) menutup divisi penelitian utama di Tiongkok dalam sebuah langkah yang memengaruhi lebih dari 1.000 karyawan, media lokal termasuk Yicai melaporkan.

Perusahaan tersebut menutup dua lini bisnis yang mengkhususkan diri dalam penelitian & pengembangan dan pengujian, Yicai melaporkan, mengutip pernyataan IBM. Sebaliknya, perusahaan tersebut akan beralih melayani perusahaan swasta dan memilih perusahaan multinasional yang beroperasi di Tiongkok ke depannya, Yicai menambahkan.

IBM bergabung dengan daftar perusahaan yang semakin banyak yang mengurangi ambisi mereka untuk Tiongkok karena kemerosotan ekonomi, pengawasan regulasi yang ketat, dan dorongan untuk mengganti teknologi asing menekan sentimen. Nama-nama Wall Street seperti Morgan Stanley telah mengalihkan beberapa operasi ke luar negeri, sementara investasi asing telah melambat, sebagian karena kekhawatiran Beijing lebih menyukai pemain lokal.

Teknologi merupakan bidang yang sangat sensitif, mengingat AS dan Tiongkok terlibat dalam konflik atas bidang-bidang penting mulai dari semikonduktor hingga kecerdasan buatan. Beijing berupaya mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan nasional seperti Huawei Technologies, khawatir bahwa pembatasan teknologi AS akan menghambat prospek jangka panjang negara itu dan membatasi pengaruh geopolitiknya.

IBM berencana untuk memindahkan fungsi R&D-nya di Tiongkok ke kantor-kantor di tempat lain, demikian dilaporkan Wall Street Journal, mengutip pengarahan karyawan yang diselenggarakan oleh Jack Hergenrother, wakil presiden perusahaan. Perusahaan AS itu memberi tahu beberapa karyawan bahwa mereka akan menambah teknisi dan peneliti di beberapa tempat termasuk Bangalore, India, kata Journal, mengutip karyawan yang diberi pengarahan pada hari Senin.

Perwakilan perusahaan tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja normal. (end/Bloomberg)


Kembali ke Blog