IEA PANGKAS PROSPEK PERMINTAAN MINYAK DI 2025 AKIBAT PELEMAHAN TIONGKOK

  • Info Pasar & Berita
  • 14 Agt 2024

22634032

IQPlus, (14/8) - Badan Energi Internasional (IEA) mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global di 2024 atau tidak berubah. Akan tetapi, IEA memangkas estimasi 2025, dengan alasan dampak ekonomi Tiongkok yang melemah terhadap konsumsi.

Laporan dari IEA, yang memberi nasihat kepada negara-negara industri, adalah yang kedua minggu ini yang menandai bahwa ekonomi yang lesu kemungkinan mengekang permintaan di Tiongkok, importir minyak terbesar di dunia dan konsumen minyak terbesar kedua.

"Pertumbuhan yang lemah di Tiongkok, menyusul lonjakan usai covid di 2023, sekarang secara signifikan menghambat keuntungan global," kata pengawas energi yang berbasis di Paris dalam laporan minyak bulanannya, dikutip dari The Business Times, Rabu, 14 Agustus 2024.

Meskipun dampak pemulihan ekonomi Tiongkok usai pandemi telah memudar, namun IEA memperkirakan permintaan yang kuat di ekonomi Barat, terutama AS, tempat sepertiga dari bensin global dikonsumsi.

Musim berkendara musim panas AS diperkirakan menjadi yang terkuat sejak pandemi, kata IEA, seraya menambahkan pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) telah memperketat pasar fisik.

"Untuk saat ini, pasokan sedang berjuang untuk mengimbangi permintaan musim panas yang memuncak, sehingga membuat pasar menjadi defisit," kata IEA.

Permintaan minyak dunia akan naik sebesar 950.000 barel per hari (bph) pada 2025, kata IEA, turun 30.000 bph dari perkiraan sebelumnya. Hal itu membuat perkiraan pertumbuhan tahun ini tidak berubah pada 970.000 bph.

"Di luar negara-negara maju OECD, permintaan pada kuartal kedua tahun ini adalah yang paling lambat sejak tahun pandemi 2020," pungkas IEA. (end/ba)



Kembali ke Blog