30338007
IQPlus, (30/10) - Ekonomi digital Singapura tumbuh 6,6 persen hingga mencapai S$113 miliar dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut pada 2023, atau naik dari S$106 miliar pada 2022.
Mengutip The Business Times, Rabu 30 Oktober 2024, ekonomi digital menyumbang 17,7 persen dari PDB nasional, yang menurut Otoritas Pengembangan Media Infocomm (IMDA) melebihi sektor jasa keuangan dan asuransi, dan setara dengan sektor manufaktur.
Ditambahkan bahwa sektor informasi dan komunikasi (I&C) menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi digital; sektor non-I&C menyumbang sisanya. Angka-angka tersebut dirilis dalam laporan tahunan IMDA.
Dalam jumpa pers, IMDA mengatakan, meskipun tidak memiliki target ukuran ekonomi digital sebagai proporsi PDB nasional, pihaknya mengharapkan ekonomi digital tetap menjadi kontributor utama. Untuk memastikan ekonomi digital menguntungkan lebih banyak perusahaan, IMDA mengatakan pihaknya terus melibatkan usaha kecil dan menengah (UKM).
Dikatakan bahwa 82 persen UKM telah menggunakan setidaknya satu solusi digital untuk meningkatkan fungsi bisnis umum, naik dari 69 persen pada 2021. Akuntansi, manajemen dokumen, dan pemasaran digital adalah fungsi yang paling umum didigitalkan.
Sejak 2018, Platform Inovasi Terbuka milik agensi tersebut telah dimanfaatkan 300 kali untuk memecahkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan, imbuhnya. Platform crowdsourcing virtual menghubungkan dan mencocokkan perusahaan dengan lebih dari 13.000 penyedia solusi teknologi.
Misalnya, Yue Hwa Chinese Products memanfaatkan platform untuk terhubung dengan penyedia solusi perencanaan sumber daya perusahaan Synapsify untuk mengelola tantangan penjadwalan staf dengan sistem penjadwalan yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI). (end/ba)