20151015
IQPlus, (21/7) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyatakan keberadaan 80 ribu unit koperasi desa/kelurahan (kopdes/kel) merah putih bisa menjadi lokomotif pemajuan ekonomi nasional.
Esther menyatakan selama ini kontribusi koperasi ke perekonomian Indonesia hanya 0.5 persen, sehingga dengan dibentuknya unit koperasi desa diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, guna memaksimalkan potensi kopdes merah putih, pemerintah harus membuat indikator yang mengukur kesehatan koperasi, serta prosedur aturan main dari program ini.
"Koperasi merah putih harus jelas rule of the game dan manajemen yang baik, serta pengurus koperasi yang punya integritas. Karena banyak koperasi yang tumbang, koperasi harus bisa menjadi lokomotif perekonomian Indonesia jika hal ini dilakukan," katanya.
Esther menyampaikan pemerintah juga harus menerapkan aturan kehati-hatian (prudential law) supaya tak ada lagi koperasi yang bangkrut.
"Prudential law harus diciptakan agar tidak ada lagi koperasi bangkrut karena tidak jelas aturan mainnya," katanya. (end/ant)