INDEKS UTAMA WALL STREET DITUTUP MELEMAH HARI SELASA

  • Info Pasar & Berita
  • 19 Agt 2026

23025768

IQPlus, (19/8) - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada hari Selasa (18 Agustus), dengan sektor semikonduktor memimpin penurunan di sektor teknologi. Hal ini terjadi karena ketidakpastian di Timur Tengah mendorong imbal hasil obligasi ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memicu kekhawatiran mengenai biaya pinjaman dan inflasi.

Memudarnya harapan akan perdamaian di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak, yang pada gilirannya memicu lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun ke tingkat tertinggi sejak 2007. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025.

Indeks Semikonduktor Philadelphia SE anjlok 5 persen seiring langkah investor melepas saham-saham yang sebelumnya sempat melonjak berkat tingginya permintaan terkait kecerdasan buatan (AI). Kenaikan biaya pinjaman menurunkan kesediaan investor untuk membayar harga tinggi demi potensi pertumbuhan laba di sektor teknologi.

"Segalanya bermula hampir seperti efek domino. Pembicaraan menemui jalan buntu. Hal itu memicu kenaikan harga minyak. Kondisi ini kemudian mendorong ekspektasi inflasi yang lebih tinggi serta kenaikan imbal hasil obligasi," ujar Burns McKinney, manajer portofolio di NFJ Investment Group. Ia menambahkan bahwa "setiap kali imbal hasil obligasi naik, dampaknya cenderung sangat memukul saham-saham sektor teknologi."

Indeks S&P 500 turun 53,30 poin atau 0,69 persen menjadi 7.691,76, sementara Nasdaq Composite melemah 355,20 poin atau 1,33 persen menjadi 26.289,71; keduanya mencatatkan penurunan persentase harian terbesar sejak 29 Juli.

Dow Jones Industrial Average turun 116,38 poin atau 0,22 persen menjadi 53.343,40.(end)

Kembali ke Blog