22324776
IQPlus, (12/8) - Wall Street ditutup melemah pada hari Selasa (11 Agustus), dengan saham Amazon dan Alphabet turun, seiring meningkatnya pesimisme investor mengenai potensi kesepakatan untuk menciptakan stabilitas di Timur Tengah.
Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS tidak mengubah sikapnya dan menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang, demikian pernyataan pejabat yang baru ditunjuk sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Harga minyak mentah berjangka Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam satu pekan di tengah perdagangan yang fluktuatif, sementara indeks sektor energi S&P 500 naik 1,1 persen.
"Seperti yang telah terjadi selama berbulan-bulan, sangat sulit untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak. Harga minyak sedikit naik, mencerminkan ketidakpastian yang lebih besar terkait hal tersebut," ujar Ross Mayfield, analis strategi investasi di Baird yang berbasis di Louisville, Kentucky.
"Pasar memang sempat berfluktuasi akibat konflik ini, namun dampaknya tidak seberat hambatan besar yang sebelumnya dibayangkan oleh banyak orang."
Saham Amazon turun 2,1 persen dan Alphabet merosot 3,8 persen; keduanya turut menekan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Saham SpaceX turun hampir 4 persen. Saham perusahaan pengelola aset alternatif mengalami kenaikan; Apollo Global naik 6,2 persen dan Blackstone menguat hampir 4 persen.
Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk di antara lembaga keuangan yang baru-baru ini menjalin kemitraan dengan Nvidia untuk membentuk platform pembiayaan komputasi yang bertujuan menghimpun dana lebih dari US$500 miliar.
Indeks S&P 500 turun 0,32 persen ke level 7.728,20 poin.Nasdaq turun 0,6 persen menjadi 26.445,45 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,34 persen menjadi 53.791,85 poin. (end/Reuters)