INDUSTRI DORONG PEMBAHASAN BERSAMA SOAL RISIKO ROKOK ELEKTRIK

  • Info Pasar & Berita
  • 06 Okt 2026

27831851

IQPlus, (6/10) - Tiga asosiasi di industri rokok alternatif/elektrik mendorong pembahasan bersama dengan lembaga riset terkait penelitian mengenai risiko di sektor tersebut, terutama kesehatan.

Ketua Umum Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO) Fachmi K Firmansyah menyampaikan klaim risiko kesehatan bisa berdampak terhadap pelaku usaha.

Itu karena kata dia, dalam pernyataannya yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, karakter sektor ini banyak melibatkan pelaku usaha lokal dan bersifat padat karya.

"Industri kami, terutama industri open system, itu industri padat karya. Dari hulu sampai ke hilir semuanya pemain lokal," kata Fahmi.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Budiyanto turut menyampaikan pihaknya tidak menolak adanya risiko kesehatan dari penggunaan produk industri ini.

Namun, kata dia, hasil penelitian yang disampaikan kepada publik perlu dijelaskan secara lengkap, termasuk konteks, metode penelitian, sampel, dan indikator kesehatan yang digunakan.

Menurutnya, sebelumnya telah terdapat sejumlah kajian mengenai produk rokok elektronik, termasuk penelitian yang dipublikasikan pada 2025 yang membandingkan sejumlah parameter di industri rokok.

"Kalau ada bukti baru, kami siap mempelajarinya dan mendukung tindak lanjut yang diperlukan," katanya.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Eliquid Indonesia (PPEI) Daniel Boy Purwanto menyampaikan pelaku industri terbuka terhadap temuan ilmiah, termasuk apabila hasil penelitian menunjukkan adanya risiko kesehatan.

Menurut dia, industri siap melakukan evaluasi dan perbaikan produk apabila terdapat bukti ilmiah yang kuat.

"Kita tidak menutup diri kalau misalnya hasilnya ternyata memang negatif, mungkin kita pun bakal berbenah juga untuk produk kita," kata Daniel. (end)

Kembali ke Blog