21634278
IQPlus,(5/8) - Inflasi tahunan Filipina melambat menjadi 6,2 persen pada bulan Juli dari 6,4 persen pada bulan sebelumnya, akibat laju kenaikan biaya transportasi yang lebih lambat, demikian disampaikan badan statistik pada hari Rabu (5 Agustus).
Angka indeks harga konsumen tersebut berada di bawah perkiraan median sebesar 6,3 persen dalam jajak pendapat Reuters.
Angka tersebut masih berada dalam kisaran perkiraan bank sentral sebesar 5,6 persen hingga 6,6 persen untuk bulan Juli.
Angka inflasi bulan Juli tersebut menjadikan rata-rata inflasi selama tujuh bulan pertama tahun 2026 sebesar 5 persen.
Inflasi inti, yang tidak mencakup harga pangan dan energi yang fluktuatif, melambat menjadi 4,2 persen pada bulan Juli dari 4,4 persen pada bulan Juni.
Bank sentral menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada bulan Juni untuk mengendalikan inflasi. Pertemuan berikutnya untuk meninjau kebijakan tersebut dijadwalkan pada tanggal 27 Agustus. (end/Reuters)