34534044
IQPlus, (11/12) - PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) mengaku bahwa perusahaan masih menghadapi tren penurunan operasi hingga akhir triwulan III tahun 2024 dan utilisasi diperkirakan akan kurang dari 40%.
Corporate Secretary POLY, Tunaryo menuturkan, penurunan utilisasi akibat lesunya permintaan yang disebabkan faktor eksternal berupa kelebihan kapasitas global dan aktivitas impor produk dumping, menjadikan demand produk dalam negeri menciut dan akhirnya menggerus dan mengurangi modal kerja Perseroan.
"Untuk mengatasi kekurangan modal kerja tersebut maka sejak 1 November 2024, Perseroan telah menghentikan sementara salah satu unit produksi yakni unit produksi Polymer dan Fiber di Karawang, Jawa Barat," katanya, dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (11/12).
Dengan demikian menurut Tunaryo, agar tetap dapat mempertahankan kelangsungan usahanya, Perseroan melakukan operasional produksi terbatas pada Divisi Benang Filamen di Kendal, Jawa Tengah melalui melayani permintaan esensial pelanggan tertentu.
Selan itu, Perseroan saat ini sedang dalam tahap pembahasan konsep restrukturisasi hutang dengan kreditur pemerintah dan kreditur asing, yang sebelumnya berjalan di tempat sejak 2005. Perseroan secara aktif melakukan perbaikan dan menindaklanjuti usulan skema restrukturisasi dari para kreditur agar restrukturisasi dapat segera disepakati oleh para pihak.
"Untuk menambah modal kerja Perseroan agar unit produksi berjalan kembali maka restrukturisasi hutang Perseroan menjadi suatu keharusan yang segera disepakati oleh para kreditur," tegasnya.
Tunaryo menambahkan, Perseroan tetap mempertahankan kelangsungan usahanya melalui operasional terbatas pada Divisi Benang Filamen di Kendal, Jawa Tengah untuk melayani permintaan esensial pelanggan tertentu, dengan skema prefinancing dan makloon. Perseroan melakukan pemberhentian karyawan pada unit operasi Karawang sampai dengan saat ini sejumlah 571 orang dan pada unit operasi Kendal sejumlah 530 orang.
"Perseroan terbuka dengan mitra atau pihak lain yang ingin bekerja sama dengan Perseroan untuk menghasilkan produk-produk unggulan yang dibutuhkan dalam industri TPT," ucapnya.
Lebih lanjut Tunaryo mengungkapkan, Perseroan berupaya untuk terus berkontribusi dalam industri TPT, melalui penyelesaian restrukturisasi hutang, penambahan modal kerja serta perbaikan-perbaikan mesin-mesin Perseroan yang sudah tua. (end)